Two Unhappy Wounds

Two Unhappy Wounds

  • WpView
    Reads 776
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 7, 2026
Altair Fitzgerald Bimantara, lelaki yang orang bilang hampir mendekati kata sempurna. Siapa tau lelaki yang dikenal biang onar ini memiliki banyak luka di dalam nya. Dia masih memiliki orang tua yang lengkap. Namun, IA gagal mendapat peran Ayah. Tidak ada kehangatan yang IA dapatkan dari Ayah. Pembunuh. Hanya itu yang IA dapatkan dari Ayah. Hidup yang menderita dan suram perlahan berubah saat IA bertemu Shanza. Shanza Auretta Grancellina, perempuan dengan nasip yang hampir sama dengan dirinya. Tapi karna suatu kejadian akhirnya membuat mereka saling berjauhan. Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa mereka yang awalnya sangat dekat bisa menjadi jauh?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Apa yang Mereka tidak Tahu
  • NESTAPA [On Going]
  • Biarkan Aku Pergi
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • When A Son Lives without Father
  • MOANA AUDIA [ TERBIT ]
  • SAMUDRA BERCERITA || END
  • Unconditional Love [Completed]

[15+ Family and psychology] Aira Anidry tahu satu hal dengan pasti: berharap adalah cara paling cepat untuk hancur. Setiap kali ia menggenggam harapan-untuk dirinya sendiri, untuk keluarga yang tak pernah benar-benar memeluknya, untuk masyarakat yang gemar menghakimi, bahkan untuk Tuhan yang terasa begitu jauh-ia justru kehilangan kendali. Seolah hidup selalu menemukan cara untuk menertawakannya. *** Di rumah, Aira tumbuh di antara tatapan kecewa dan tuntutan yang tak pernah ada ujungnya. Di sekolah, ia belajar bahwa diam adalah satu-satunya cara bertahan dari ejekan dan hinaan yang tak kenal belas kasihan. Tidak ada yang tahu bahwa senyum tipisnya hanyalah topeng. Tidak ada yang sadar bahwa setiap luka yang ia telan perlahan sedang membunuhnya-sedikit demi sedikit. Aira berjalan menyusuri hidup seperti orang yang tersesat. Mencari ketenangan jiwa di tempat-tempat asing, sampai ia hampir lupa bagaimana caranya pulang. Karena sesungguhnya, Aira tidak lagi ingin dimengerti. Aira hanya ingin lenyap. Menghilang dari dunia yang tak pernah lelah menuntutnya menjadi sempurna. Start Update: 20/02/26 Finish:

More details
WpActionLinkContent Guidelines