Two Unhappy Wounds

Two Unhappy Wounds

  • WpView
    Leituras 780
  • WpVote
    Votos 116
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, abr 24, 2026
WpInfo
Ficção
Romance
Altair Fitzgerald Bimantara, lelaki yang orang bilang hampir mendekati kata sempurna. Siapa tau lelaki yang dikenal biang onar ini memiliki banyak luka di dalam nya. Dia masih memiliki orang tua yang lengkap. Namun, IA gagal mendapat peran Ayah. Tidak ada kehangatan yang IA dapatkan dari Ayah. Pembunuh. Hanya itu yang IA dapatkan dari Ayah. Hidup yang menderita dan suram perlahan berubah saat IA bertemu Shanza. Shanza Auretta Grancellina, perempuan dengan nasip yang hampir sama dengan dirinya. Tapi karna suatu kejadian akhirnya membuat mereka saling berjauhan. Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa mereka yang awalnya sangat dekat bisa menjadi jauh?
Todos os Direitos Reservados
#671
kasar
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • NESTAPA [On Going]
  • SAMUDRA BERCERITA || END
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Biarkan Aku Pergi
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • Terluka Untuk Bahagia [ REVISI ]
  • Rumah Tanpa Ibu-Ayah Juno dan Ketiga Anaknya
  • Waktu?

"Nestapa" kisah tentang seorang anak perempuan yang terlalu cepat memahami arti retak. Kiara lahir di rumah yang dulu dipandang sempurna. Rumah yang hangat, rapi, dan sering dijadikan contoh oleh orang-orang di sekitarnya. Sebagai anak perempuan pertama dan cucu perempuan pertama, ia tumbuh dengan bahu kecil yang sudah dibiasakan menanggung harapan. Ia belajar tersenyum lebih dulu sebelum mengeluh. Ia belajar mengalah sebelum meminta. Namun kesempurnaan itu tidak abadi. Ketika ayahnya berubah, suara yang dulu menenangkan menjadi meninggi, tangan yang dulu melindungi berubah menyakiti, dan kesetiaan perlahan tergantikan oleh perempuan lain. Kiara tidak hanya kehilangan figur, ia kehilangan rasa aman. Sejak saat itu, rumah bukan lagi tempat pulang, melainkan ruang yang penuh kehati-hatian. Kiara tidak pernah benar-benar menangis di depan siapa pun. Ia hanya menyimpan. Maka ketika Naren datang di masa SMP-nya dengan perhatian yang tulus dan kedekatan yang tumbuh tanpa diminta, Kiara tidak serta-merta membuka diri. Ia menyukai, tapi ia takut. Ia dekat, tapi ia menjaga jarak. Trauma membuatnya percaya bahwa mencintai terlalu dalam hanya akan berakhir seperti yang ia saksikan di rumahnya sendiri. Dan ketika fitnah memisahkan mereka, ketika Naren memilih melepas dengan alasan yang terasa janggal dan menyakitkan, Kiara kembali pada satu hal yang paling ia kuasai: diam. Di situlah nestapa itu tinggal. Bukan dalam jerit, bukan dalam amarah yang meledak. Melainkan dalam senyum yang tetap terpasang, dalam langkah yang tetap berjalan, dalam hati yang pelan-pelan belajar menanggung sendiri. Nestapa bukan sekadar kesedihan. Ia adalah perjalanan seorang anak perempuan yang dipaksa dewasa oleh luka, yang tetap berdiri meski tidak pernah benar-benar utuh.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo