Story cover for MAS KOS by lyuziang
MAS KOS
  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Mar 25, 2024
Kehidupan anak remaja menganjak dewasa, yang gak kuliah nekat merantau buat kerja. Tinggal di sebuah kos yang pemiliknya mas mas.

Akan kah menjadi cerita romantis, sedih, atau hanya slice of life? kita liat nanti.
All Rights Reserved
Sign up to add MAS KOS to your library and receive updates
or
#165kosan
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Di Antara Tawa dan Tragedi  cover
IHSANI FASHA cover
SEVEN SHOTS cover
Cleaning Service di Dunia Bangke (Progresi LitRPG) cover
ARTA MARETTA (END) cover
Meet and Miss ✅ cover
Don't Go (TAMAT)  cover
Hidup Gak Semudah Bernapas cover
[BL] Debu Kota di Tanah Rindu | ONGOING cover

Di Antara Tawa dan Tragedi

22 parts Ongoing

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia Alesya, gadis dengan senyum selebar cakrawala, tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur."