HUKUM KEINDAHAN {ON GOING}

HUKUM KEINDAHAN {ON GOING}

  • WpView
    Reads 408
  • WpVote
    Votes 91
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 2, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Happy Ending
Highschool
First Love
Dulu, aku mengira diriku adalah seorang pengelana yang bebas, bergerak tanpa arah di luasnya ruang hampa. Tak tentu arah. Namun, semua itu berubah saat aku memasuki orbitmu. Dalam filosofi bumi, ada hukum yang tak terelakkan: Gravitasi. "Bumi tidak pernah memaksa bulan untuk tetap tinggal, ia hanya memberikan pusat untuk pulang. Begitulah caraku memandangmu. Ziya, adalah poros dari segala rotasi perasaanku." Aku tersenyum karena bagiku, mengagumi Ziya adalah tentang menyadari bahwa gadis itu adalah ekosistem yang utuh. Jika Ziya adalah Bumi, maka aku ingin menjadi atmosfernya-lapisan tipis yang mungkin tak selalu dia sadari keberadaannya, namun selalu ada untuk membakar meteor-meteor kesedihan sebelum sempat menyentuh permukaan hatinya yang lembut. Ada saatnya dimana, nanti, dia bisa menyadari bahwa aku mengaguminya, secara terang-terangan. Seperti matahari yang menyinari khatulistiwa-- penuh semangat dan binar. Tapi, untuk sekarang, biarkan ini menjadi rahasia yang paling sunyi. - Raga untuk Ziya. Bandung, 25 mei 2023. Raga menutup buku catatannya, entah sudah yang ke berapa kali laki-laki itu kembali menatap indahnya bulan diatas sana. Cantik sekali. "Entah seindah apa nantinya, gue gak akan pernah berhenti untuk berdo'a." "Tapi, Jika nanti dia tak bisa dimiliki. Setidaknya Tuhan tau, semua do'a untuknya itu, tulus."
All Rights Reserved
#506
keluargacemara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Last Birthday With You
  • Cinta Di Anak Pramuka
  • Hanya Aku (ED)
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir
  • GASA [end]
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • ALGARENDRAS [SELESAI]
  • RAGA
  • VIA-AMARA

Hari Ulang Tahun, Terakhir... Bersamamu... Terdengar menyedihkan, bukan? Ya, memang begitu. Ini adalah kisah yang akan membuatmu memahami bahwa waktu tak pernah berhenti, dan ketika kamu benar-benar mencintai seseorang, yang diam-diam sedang berpacu dengan waktu. percayalah, hatimu akan bergejolak saat mengetahuinya. Raka adalah tanah yang tenang. Laras adalah langit yang riang. Jika Laras adalah pelangi setelah hujan, maka Raka adalah tanah yang menampung semua warnanya. Diam namun selalu ada. Di antara detik-detik terakhir di hari ulang tahun yang tak lagi biasa, satu rahasia terbongkar. Sebuah kebenaran yang telah disembunyikan sejak lama. Tentang kehilangan. Tentang cinta yang tak pernah mereka kira. Dan tentang bagaimana satu tindakan bisa menjadi penentu hidup seseorang. Apakah cinta yang tak pernah terucap... bisa menyelamatkan seseorang yang perlahan menghilang? Atau justru menghapus keberadaan seseorang yang selalu ada untuknya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines