Mahkota Ainayya (ON GOING)

Mahkota Ainayya (ON GOING)

  • WpView
    Reads 546,264
  • WpVote
    Votes 783
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 30, 2025
Ainayya Fathimatuzzahra namanya. Gadis cantik nan anggun yang membuat siapa saja yang melihatnya akan memujinya. Terlahir dari keluarga terhormat, abahnya merupakan seorang pemuka agama yang disegani. Namun dirinya mau tak mau harus menerima, ketika diumurnya yang masih belia, abahnya meninggalkannya untuk yang selama lamanya. Sosok yang begitu ia kagumi dan selalu menjadi panutannya. Satu pesan abahnya yang tak kan pernah ia lupa dan menjadi PR besar baginya. "Nduk, besok kamu harus punya suami yang bisa melanjutkan perjuangan abah. Hanya Kamu yang abah lihat bisa meneruskan cita-cita abah. Mondoklah, mengaji lah, jangan pulang sebelum kamu mendapatkan sosok yang bisa meneruskan cita-cita abah." Ketika Naya kecil bertanya, "Mengapa harus yang bisa meneruskan cita-cita abah?" "Abah hanya ingin ketika abah telah tiada, abah selalu mendapat kiriman doa yang tak pernah putus dari putri abah, cucu cucu abah dan santri-santri. Jadi putri sholihah ya, insyallah jodohmu jauh lebih baik dari abah. Abah yakin itu. Abah bangga dengan mu, Nak." Begitulah kiranya percakapan mereka sehari sebelum abahnya pamit selamanya menemui kekasihnya. Yang selama ini dirindunya-Allah ta'ala. Dan ini tentang kisahnya. Tentang perjuangannya. Bahagianya. Tangisnya. Air matanya. Dan kisah cintanya dengan salah satu putra kyai tempatnya menimba ilmu. Sosok yang sudah ia cap sebagai sosok yang dimaksud abah. Sosok yang diyakininya mampu meneruskan cita cita abah. Tapi entahlah, bagaimana takdir mengaturnya. Entah bagaimana semesta akan bekerja. Nama Maqil Rayyan Al-Hafidz sudah terlanjur bertahta indah di hatinya. Hai hai hai. Selamat datang di dunia Ainayya👋 mari kawal sampai cicitnya😊
All Rights Reserved
#681
terbitjaksamedia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pahala Surgaku✓
  • TAUTAN CINTA [ Revisi ]
  • Alifa Story [END]
  • Aurakham (Aurora & Arkham) [End]
  • Cahaya Cinta.
  • SAYA BUKAN SEORANG GUS
  • Takdir Cinta Di Pesantren
  • Annam Al Abbiyan
  • Assalamualaikum, Gus ✔ [Terbit]
  • Uhibbuka Fillah Gus [END]

"Aku akan meminta sekali kepada Allah supaya jannah menyatukan kita, lagi." Khairul Khan. Lelaki yang populer karena terkenal dengan berbagai macam prestasi buruk itu mustahil tidak ada yang kenal dengan dirinya seintro sekolah.Tingkah ajaibnya yang selalu buat guru-guru pusing hingga darah tinggi pun berhasil dimunculkan oleh ulah aneh cowok tersebut. Suka sekali membuat keributan akan tetapi cowok itu sama sekali tidak suka jika seseorang mengusik ketenangannya. Terdengar aneh bukan? Abidadari Al-Arsy Auliya. Perempuan kalem nan lembut. Pindahan pesantren dan seorang hafidzah sekaligus Ning. Sikapnya sangat berbanding terbalik dengan Khairul itu. Namun apa jadinya jika kedua makhluk itu Allah satukan dengan ikatan perjodohan yang dibuat oleh kedua orang tuanya? "Abi, kenapa aku harus nikah sama orang itu? Gimana aku bisa yakin bahwa jalan surgaku ada padanya sedangkan sikapnya aja kayak gitu?" "Karena dia jodoh terbaik dari-Nya. Percaya sama Abi. Supaya yakin jika jalan surgamu ada padanya, maka taatlah kepadanya selagi tidak membuat kamu bermaksiat kepada Allah." Hingga satu fakta membuat Abida tercengang seketika. Khair, cowok yang selalu kita bicarakan karena keonarannya itu ternyata sama seperti Abida. Pasalnya cowok itu.... BAGAIMANA CERITANYA TERNYATA COWOK ITU SEORANG HAFIDZH JUGA SEORANG GUS YANG SIKAPNYA SANGAT BERBEDA DARI YANG LAIN?! "Kenapa? Habibati kaget? Sini, Sayang... Ambil mushafnya. Kita murojaah sama-sama. Bacaanmu tadi ada yang salah." Sikap cowok itu benar-benar berhasil membuat Abida tak pernah melisankan satu kata pun. Cowok itu benar-benar berbeda. Selain menyukai ubi Cilembu, Khair pun suka memuji, nyeleneh, mencibir, tersenyum sinis, dan seenaknya. Berawal antara kota Tarim dan Aleksandria yang membuat kisah mereka ada. Tak ada satu pun di antara mereka menyadari bahwa mereka pun pernah bertemu di tanah suci, Baitullah. "Pantesan dipanggil Bidadari." "Wajahmu adem." "Kamu, wangi." "Saya udah pesen, kamu tinggal bayar."

More details
WpActionLinkContent Guidelines