Bulan Terluka

Bulan Terluka

  • WpView
    Reads 125
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 21, 2024
Tidak pernah terbayang di dalam pikiran Bulan akan kehilangan orang yang ia cintai dengan cara cukup targis. Hidup Bulan seketika gelap, seakan tidak memiliki harapan. Ia hanya memiliki dua pilihan, berjuang untuk bangkit kembali atau ia mengakhiri rasa sakit yang ia alami. Hingga suatu hari Bulan dipertemukan dengan seorang laki-laki bernama Ryu. Seperti dilempar ke masa lalu, hidup Bulan kembali tidak baik-baik saja. Bagaimana tidak, ia tidak pernah menyangka akan dipertemukan dengan sosok yang selama ini begitu jauh dari pikirannya. Pria dengan wujud sama namun memiliki sifat berbeda. Bagaimana Bulan dan Ryu menghadapi takdir yang seakan begitu cantik mempermainkan mereka? Apakah Bulan tetap berakhir dengan luka atau Ryu yang terus hidup dalam penyesalan?
All Rights Reserved
#61
perkotaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUNGA KEMBALI
  • Scarla
  • KEPERGIANMU
  • Dibawah Langit Yang Retak (joongpond)
  • The Perfect Pilot
  • SENJA DI PERSIMPANGAN DUA JALAN
  • Alaskar dan Bulan
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Eternal Mate : Tricolor Destiny
  • Langit yang tak lagi Sama

Mereka adalah saudara, mereka mencintai perempuan yang sama Malam itu, hujan turun dengan derasnya, membasahi jalanan yang sepi. Di balik jendela kamar yang temaram, seorang gadis duduk bersandar, matanya menatap kosong ke arah langit kelabu. Napasnya berat, pikirannya penuh. Hujan seakan mengerti perasaannya-dingin, gelisah, dan penuh ketidakpastian. Jauh di sudut kota, seorang pria berdiri di depan pintu apartemen, ragu untuk mengetuk. Tangannya mengepal, menggenggam sesuatu yang tak kasatmata-sebuah harapan, atau mungkin sekadar kenangan yang enggan ia lepaskan. Dulu, segalanya terasa sederhana. Kini, hanya ada jarak, kebisuan, dan perasaan yang tak lagi bisa mereka definisikan. Di tempat lain, seorang lelaki menatap bayangannya sendiri di cermin. Mata yang dulu penuh gairah kini menyimpan kehampaan. Cinta yang ia genggam dulu, kini terasa seperti pasir yang perlahan menghilang di antara jemarinya. Mereka bertiga, terikat oleh kisah yang tak pernah sederhana. Cinta, kehilangan, pengorbanan-semua bercampur menjadi satu dalam kisah ini. Dan malam ini, takdir mulai menuliskan babak terakhirnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines