Bulan Terluka

Bulan Terluka

  • WpView
    Membaca 125
  • WpVote
    Vote 24
  • WpPart
    Bab 10
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Mei 21, 2024
Tidak pernah terbayang di dalam pikiran Bulan akan kehilangan orang yang ia cintai dengan cara cukup targis. Hidup Bulan seketika gelap, seakan tidak memiliki harapan. Ia hanya memiliki dua pilihan, berjuang untuk bangkit kembali atau ia mengakhiri rasa sakit yang ia alami. Hingga suatu hari Bulan dipertemukan dengan seorang laki-laki bernama Ryu. Seperti dilempar ke masa lalu, hidup Bulan kembali tidak baik-baik saja. Bagaimana tidak, ia tidak pernah menyangka akan dipertemukan dengan sosok yang selama ini begitu jauh dari pikirannya. Pria dengan wujud sama namun memiliki sifat berbeda. Bagaimana Bulan dan Ryu menghadapi takdir yang seakan begitu cantik mempermainkan mereka? Apakah Bulan tetap berakhir dengan luka atau Ryu yang terus hidup dalam penyesalan?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#66
fotografer
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • SENJA DI PERSIMPANGAN DUA JALAN
  • Dibawah Langit Yang Retak (joongpond)
  • Eternal Mate : Tricolor Destiny
  • Auriga: Ingatan dalam Cincin
  • Cintanya Sudah Habis di Masa Lalu
  • Bukan Sekedar Pelampiasan Amarah.
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Luka dan Malam [END]
  • BUNGA KEMBALI

Senja Jakarta melukis langit dengan gradasi jingga dan ungu, sama absurdnya dengan perasaan Bulan saat ini. Di satu sisi, ada Saka. Lelaki dengan teduh seperti rembulan-ironis, mengingat namanya-selalu bisa membuatnya merasa aman, layaknya pulang ke rumah setelah seharian mengembara. Saka menawarkan ketenangan, percakapan mendalam tentang semesta dan seisinya, dan senyum yang mampu meluluhkan perlindungan Bulan tanpa perlu kata-kata. Di sisi lain, hadir Bara. Ibarat api yang membara-lagi-lagi ironis-hidupnya penuh kejutan dan adrenalin. Bersama Bara, Bulan merasakan hidup dalam film aksi tanpa akhir, penuh tawa riuh, spontanitas yang memacu jantung, dan mewujudkan mata yang menjanjikan petualangan tak terduga. Bulan menghela nafas di balkon apartemennya, aroma kopi Robusta bercampur dengan polusi kota. Dua hati menawarkan dunia yang berbeda, namun keduanya terasa begitu nyata dan memikat. Bukan sekedar suka, Bulan bisa merasakan getaran yang unik dari masing-masingnya. Saka dengan kelembutannya yang menenangkan, Bara dengan energinya yang membakar. Bagaimana mungkin ia harus memilih satu, ketika keduanya menawarkan kepingan yang hilang dalam dirinya? Kebimbangan ini bagai simfoni yang indah namun memekakkan, sebuah melodi rumit yang memaksa Bulan untuk menari di antara dua irama yang berbeda. Keputusan ini bukan tentang siapa yang lebih baik, tapi tentang hati mana yang benar-benar beresonansi dengan melodi jiwa. Dan saat ini, Bulan belum bisa mendengar jawabannya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan