Diary 1/2 Santri

Diary 1/2 Santri

  • WpView
    LECTURAS 77
  • WpVote
    Votos 11
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, sep 30, 2025
Katanya hidup santri itu penuh aturan. Tapi tidak ada yang bilang kalau hidup di pesantren juga bisa se-chaos ini. Bagi seorang gadis yang baru lulus SD, masuk pesantren terdengar seperti hukuman: banyak aturan, jadwal padat, dan hidup jauh dari rumah. Tapi demi memenuhi keinginan orang tuanya, ia akhirnya masuk ke sebuah sekolah Islam terpadu dengan sistem boarding. Artinya: hidup di asrama bersama puluhan santri lain yang sama-sama berisik, aneh, dan penuh cerita. Di sana, ia menemukan semuanya: persahabatan yang tidak terduga, kejadian konyol setiap hari, makanan pesantren yang legendaris (dengan rasa yang... bisa diperdebatkan), dan berbagai drama kecil khas remaja. Namun yang paling mengejutkan, pesantren ternyata bukan hanya tempat belajar agama. Tempat itu juga mengajarkannya tentang tumbuh, mengenal diri sendiri, dan menikmati masa muda dengan cara yang tak pernah ia bayangkan. Oh, dan satu hal lagi. Ternyata ia bukan satu-satunya yang suka tinggal di asrama. Para nyamuk dan kutu juga sangat menikmati keberadaannya.
Todos los derechos reservados
#385
agama
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Putih (Catatan Walisantri & Santriwati Alumni Pondok Pesantren Gontor
  • Ukhti Figuran (End)
  • Mengejar Cinta Halalmu
  • Santri Cool
  • ALWAYS YOU(ON GOING)
  • Aurakham (Aurora & Arkham) [End]
  • Zidan With Syakira
  • Gus Vs Ning
  • Diary Santriwati

Keluarga dengan 7 anak yang berbeda karakter. Dari si sulung yang tinggi bak tiang listrik, tak banyak bicara, tapi suka menganggap dirinya keren, anak kedua yang pandai kali bicara, banyak kawan, semua sudut kota sudah ia jelajahi, ketiga yang paling bandel, banyak idenya, tapi paling bersih dan rapi dari semua saudara perempuannya, keempat yang paling pendiam seribu bahasa, bisa bertahan di kamar seorang diri selama satu pekan bermodal handphonenya, si kelima, si ketua kelas tiap tahun, paling sat set, tanggap dengan banyak peluang mencari uang dari sudut pasar manapun, si keenam halus bahasa jawanya, sulit senyum lemahnya, akhir-akhir ini suka sekali selfie dengan ponsel barunya, paling bontot, anak kesayangan ibu, karena ia lahir dengan pengasuhan ibu, apakah bapak sudah tiada? masih. Tapi, hanya ia, satu-satunya anak di keluarga kami yang belum pernah keliling kota bersepeda ria dengan bapak, dan satu-satunya anak di keluarga kami yang tidak pernah absen sholat shubuh jamaah di masjid, semenjak ia bisa menggunakan sarung sendiri Buku ini, kumpulan kisah dari alumni santriwati Pondok Pesantren di Jawa Timur. Pondok Modern Darussalam Gontor. Pondok Pesantren yang telah berdiri sekian tahun. Kami bukan keluarga dengan darah biru, keluarga biasa (bahkan terbilang miskin dalam status kelurahan) dengan bapak pensiunan wiraswasta usaha sewa buku, ibu dengan dagangan bubur bayi dan ayam tiap pagi. Bapak selalu mengulang nasihatnya, tak meminta kami menjadi kaya raya, bapak hanya meminta kami selalu menjaga persaudaraan, senantiasa di jalan pendidikan, bagaimanapun caranya, jangan jauh dari ilmu. Ketika sampai di pencarianmu, semoga kamu berhenti sejenak, ada banyak kisah mengharu biru disini, bukan membuatmu menangis. Tapi, mengajakmu bahwa, banyak kebaikan dan keajaiban manusia di alam raya. Ayo, kita rayakan bersama

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido