Anak-Anak Laut

Anak-Anak Laut

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 27, 2024
WpInfo
Non-Fiction
Dulu Bapak pernah berkata, "Laut Bagiku Anugerah.. Di sana ku dapati Makan, Minum, dan Pakaian.. Badai nya memang menakutkan.. Namun deburan ombaknya merupakan kasih sayang.. Laut bukan soal Mutiara.. Tapi soal ikan asin dan terasi.. Soal garam, dan cumi cumi.." Saat ini setelah bapak meninggal, baru aku sadar, untuk kami yang tak punya ijazah dan pendidikan, untuk kami yang tak punya uang, laut yang membentang memang hanya sekedar untuk menyambung kehidupan, sepiring nasi dan selembar pakaian, bukan soal kekayaan, apalagi butiran mutiara di perut tiram. Bapak meninggal saat menjala ikan, hanya berbekal perahu kecil dan jala, bersama adik laki laki ku satu satunya yang paling bungsu, nekat hingga ke tengah laut, jauh sekali dari pesisir, padahal baik bapak maupun kita semua tahu, perahu yang bapak gunakan hanya bisa dipakai mencari ikan-ikan kecil tak jauh dari bibir pantai, saat itu laut sedang tenang, tak ada hujan tak ada badai, tapi tiba-tiba perahu bapak terbalik, bapak adik ku tak terlihat lagi, hanya saja dibagian itu laut seketika berubah menjadi merah. Sesaat, tak lama setelah itu terlihat ekor mengibas laut membuat ombak, warna merah itu lenyap, bersama dengan congkaknya kepergian si pemangsa itu ke laut yang lebih dalam. Sedang Emak, sudah meninggal saat melahirkan adik laki-lakiku yang telah tiada. Berbekal rumah kumuh peninggalan Bapak, ku sambung kehidupan, menghidupi ketiga adikku yang perempuan, sebagai anak perempuan pertama. Yang terlahir dan besar di pesisir lautan.
All Rights Reserved
#50
1980
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Raina Maramitha
  • Eliinaa
  • hay mantan !!
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • Bertumpu
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • ORANJE
  • Aksara Cinta || ON GOING
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]

~Raina Maramitha~ Baginya hidup ini benar-benar rumit, perihal perasaan yang membelenggu membuatnya seolah berada pada kepalsuan hidup. Ia tertawa, tapi tak pernah benar-benar bahagia. Ia tersenyum, tapi tak pernah benar-benar merasa baik-baik saja. "Seperti apa sebenarnya definisi kebahagiaan itu?" Ada ruang dihatinya yang terasa hampa. Ada ruang dihatinya yang terasa perih, Ada kenyataan hidup yang tak bisa diterima olehnya. Ia hanya ingin benar-benar merasa bahagia. Tidak ada rasa sakit, ketika menerima kenyataan hidup. Tidak ada rasa hampa ketika tertawa, Tidak ada rasa perih ketika tersenyum. Ia menginginkan kedamaian hati itu. Kedamaian yang membawanya pada kebahagiaan sejati. Akankah dirinya dapat merasakannya? Akankah dirinya bisa berdamai dengan keadaan? Akankah dirinya dapat menemukan kedamaian dan kebahagiaan sejati? ** [Blurb] "Lo tahu, Lo orang paling jahat yang pernah gue temui," sarkas seorang pria berhoodie hitam. Raina terdiam air matanya mengalir deras di pipinya. "Demi kebahagiaan Lo sendiri, Lo tega hancurin kebahagiaan keluarga lain, hah?" sinis pria tersebut. Risa menggeleng dengan air mata yng terus mengalir. "LO MUNAFIK RAINA!" Raina jatuh tersungkur. Badannya meluruh. Hatinya terasa remuk. Semua terasa berhenti baginya. Tubuhnya melemas. Ucapan pria tersebut seolah membuat Raina hilang dari dunia ini. #Catatan: Hanya fiksi belaka #cover by Lela ig : lelasyn_

More details
WpActionLinkContent Guidelines