The Mother's Epiphany [TERBIT]

The Mother's Epiphany [TERBIT]

  • WpView
    Reads 11,162
  • WpVote
    Votes 1,247
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 21, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Menjadi seorang ibu adalah perjalanan yang penuh perjuangan. Elara membesarkan kedua putrinya seorang diri. Dia selalu menuntut mereka untuk mendapatkan prestasi sempurna demi membanggakan namanya. Namun, suatu hari Kalanie Iryssa bunuh diri. Tak ada yang tahu bahwa anak pertamanya itu memendam luka yang tak kunjung mengering. Tak lama setelahnya, Calia Ashana kecelakaan. Dia kehilangan kedua putrinya dan tenggelam dalam penyesalan yang mendalam. Pertemuannya dengan Epiphany Cafe bagaikan sebuah takdir ajaib. Dia kembali ke masa lalu berkat Epiphany Cafe. Dia bertekad menjadi ibu yang baik dan membahagiakan anak-anaknya. Apakah Elara mampu menjadi ibu yang baik di kesempatan kedua? *** Note : Peringatan! Cerita ini mengandung unsur bunuh diri dan kekerasan. Mohon kebijakan pembaca dalam membaca cerita ini!
All Rights Reserved
#6
epiphany
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Melankolia
  • Honey in His Venom | TERBIT
  • WHERE'S MY MOTHER? - MARKSELLE & CHENNING
  • DANADYAKSA
  • [BL] Sudden Omega
  • Hidden Resonance
  • Antagonis Kesayangan Ku! END ✔️
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Irene's Mission!

"Jika hidup ini cuma kumpulan kebohongan, masih ada jalan keluar, atau aku cuma sedang menunggu giliran untuk dihancurkan?" Dihantui masa lalu yang penuh kepalsuan, diteror kenyataan yang tak kenal ampun-Isabella Samantha hanya punya satu alasan untuk tetap berdiri: adiknya. Demi masa depan yang lebih baik bagi satu-satunya keluarga yang tersisa, dia rela dihantam, dipersalahkan, dan disalahpahami. Tapi saat kebohongan yang selama ini ia telan mulai merobohkan segalanya, dia sadar satu hal: dunia nggak akan pernah berpihak. Kini, dia punya dua pilihan. Menyerah dan tenggelam. Atau melawan, meski harus berdarah-darah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines