Trapped
  • WpView
    Reads 13,311
  • WpVote
    Votes 1,352
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 22, 2026
Menyaksikan bagaimana neraka itu berjalan. Menyaksikan bagaimana siksaan itu tertangkap pada netranya. Dan menyaksikan bagaimana sebuah keindahan dunia miliknya hancur begitu saja. Bagai lelucon hidupnya. Bebas atas kehidupan tanpa figur seorang ayah, yang Ia kira akan seperti sebuah dongeng indah. Tapi mengapa malah Ia terkurung dalam sangkar dan tak mau lepas. Apakah Ia bagai burung yang dianggap seperti peliharaan? atau sesosok peri yang didamba begitu indahnya? Entah. Yang pasti Ia akan memilih untuk tetap tinggal atau menyerah pada neraka berbentuk bangunan.
All Rights Reserved
#40
fatherandson
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Transmigrasi Bunda
  • Gamavin and The Martin [END]
  • RASKAL ✔
  • ANEAS [ Tahap Revisi ]
  • Gabriella Crystal
  • RAFARAEL [END]
  • ZIEL
  • It's a groove  [ End ]

'dongo, suami tolol. semoga anak anak ku ga ada yang kaya dia ya tuhan' batin Selene meringis. "begini rasanya didiemin" ucap Khalix. Leon tertawa melihat kondisi papanya. "makanya pa, ga belajar dari kejadian sebelumnya si" "diamlah bocah, itu juga salah bumbu doang" santai Khalix. "bumbu merosahkan yang bikin satu keluarga mules. baghu pak baghu" ucap Ghin. "lagian papa juga lupa kalo itu dari gudang, soalnya papa taro di meja dapur" Khalix bersandar di bangku dengan memejamkan matanya. "kocak, dia yang ngambil dia yang lupa" sindir Savier. "diam lu jones" sindir Khalix. ******** Selene selaku sang ibu yang bingung dengan keluarga apa yang ia dapatkan itu, suami ganteng-ganteng strees, Savier anak sulung pertama yang pinter tapi tukang ngegas, Ghin anak kedua yang pendiam tapi meresahkan, Leon anak ketiga yang cuek padahal tsundere, dan anak bungsu Anzio yang polos dan ceria. Selene beruntung ia masih ada Anzio yang polos, baik hati dan tidak sombong. sayang banyak-banyak pada Anzio

More details
WpActionLinkContent Guidelines