Two Lines

Two Lines

  • WpView
    Reads 672
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 23, 2026
Menjadi orang tua di usia muda memang melelahkan tapi cukup menyenangkan bagi sebagian orang apalagi seperti Chanata, anak Ghea dan Tama. Mereka mendapatkan Chanata karena kesalahan waktu remaja, tapi mereka mampu bertanggungjawab sebagai orang tua. Walau tidak sesempurna orang tua lain, Ghea dan Tama berusaha sebaik mungkin agar putri mereka tidak merasakan kekuarangan. Namun, rumah tangga yang tentram itu tiba-tiba mengalami goncangan. Apa Ghea dan Tama berhasil menghindarinya? (Disclaimer ini cerita fiksi, bukan nyata. Kalau ada yang nyata author pun tidak tahu. Dan cerita ini dibuat bukan untuk menarik kaum muda untuk menikah muda, tidak! Nikmati masa muda kalian wahai para pembaca. Dan menikahlah di usia yang siap jangan tergesa-gesa)
All Rights Reserved
#198
papamuda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • We Are Destiny (NEW)
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Abiantara: marriage by accident.
  • Ephemeral{Fanfic Boboiboy} ✔️
  • °メDipaksa Kawinメ° [SELESAI]~
  • A Secret Between Us [New Version]
  • GAVINNEYRA Versi Baru (On-going)
  • BAD LUCK? (✔)

🪻DIHARAPKAN MEM-FOLLOW SEBELUM MEMBACA🪻 🪻WAD (WE ARE DESTINY)🪻 🪻UPDATE SETIAP SABTU & MINGGU🪻 🪻WAJIB VOTE + KOMEN🪻 Menemukan dan merawat bayi yang entah siapa orang tuanya bukan lah hal mudah bagi Shylena, gadis yang baru saja berusia 20 Tahun, di mana tengah sibuk-sibuknya membagi waktu part time dan juga jadwal kuliahnya hingga tidak memiliki waktu untuk quality time sepertinya kebanyakan temannya. "Arghh! kenapa jadi gini sih? ngerawat lo aja udah ribet buat gue, masa mau di tambah anak lagi!" keluh Shylena sambil mengusap air matanya dan menatap bayi berusia sekitar 7 Bulan yang tengah tersenyum kepadanya. "Ini semua gara-gara cowok brengsek itu! harusnya dari awal gue nggak usah berurusan sama dia, terus sekarang gue harus gimana?" gumam Shylena dengan putus asa mengusap perutnya yang masih datar. Tinggal mandiri di kota yang cukup jauh dari keluarganya, bekerja untuk tambahan uang saku, di tambah merawat 1 bayi saja sudah cukup membuatnya baby blues apalagi kedepannya jika anak di kandungannya itu lahir. Membayangkannya saja Shylena sudah tidak sanggup, apalagi harus mengalaminya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines