Author's POV Panggil saja dia dengan sebutan Intan. Orang yang jauh dari keramaian dan tak pernah merasakan apa itu kebersamaan dengan pacar. Awalnya sih dia punya niat buat pacaran. Salah satunya dia mulai berani berteman dengan seorang pria sejak kelas 2 SMP. Banyak teman yang selalu berkonsultasi dengannya soal percintaan. Bukan berarti tak pernah pacaran buat dia jadi tak dewasa. Bahkan dia lebih dewasa dari mereka yang sering gonta-ganti pacar. Tapi suatu ketika, hatinya dilanda gunda gulana. Merana tanpa sebab yang tak jelas pangkalnya dan tak tau ujungnya sampai mana. Adakah yang menasehatinya saat dia merana ? Apakah teman-temannya yang sering berkonsultasi dengannya mengingat jasa-jasanya ? Apakah dia mendapatkan pencerahan dari teman-temannya ? Atau dia bisa berpikir sendiri tentang masa depannya tanpa membebani orang lain ?
More details