Basundara Nirankara

Basundara Nirankara

  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 15, 2024
Basundara Nirankara, yang memiliki arti bumi keagungan tuhan. menceritakan tentang seorang anak yang mau tak mau harus menerima takdir yang tuhan berikan padanya, rasa sakit tentu akan berjalan pada garis takdir nya, maupun berasal dari keluarga nya sndiri maupun orang lain. Arkana Dylan Mahardika, seorang pria yang tumbuh dewasa dengan didikan keras dan kasar dari kedua orangtuanya, cita cita yang dia impikan di remehkan dan direndahkan oleh orang orang disekitarnya, apakah ia akan terus berjuang untuk bertahan hidup demi menggapai cita-citanya atau apakah ia memilih menyerah dan mengakhiri hasil jeri payah yang ia lakukan? note : Cerita ini diangkat dari kisah nyata, namun tidak semuanya menceritakan kisah nyata.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Angkasa dan Cerita
  • Raden Aluna | END
  • REWRITTEN | END
  • Satu Langkah Menuju Hari Esok(On Going)
  • Embrace again, Arnan
  • Naura & Lukanya
  • DI BALIK DERU MESIN
  • Harapan dan semestanya
  • Sang Penguasa
  • Jenggala: Bawa Aku Masuk Ke Duniamu

Hidup tak pernah benar-benar bisa ditebak. Kadang, harapan yang dibangun sejak kecil hancur seketika oleh kenyataan yang tak diundang. Narthana adalah anak laki-laki yang tumbuh dengan cinta dan impian besar. Sejak kecil, ia percaya bahwa keluarganya adalah rumah paling aman di dunia-tempat di mana Papa dan Mama akan selalu ada, menggenggam tangannya hingga dewasa nanti. Ia pernah berkata, suatu hari nanti, ia akan membawa kedua orang tuanya keliling dunia, naik pesawat besar miliknya sendiri. Tapi hidup tak pernah bertanya apakah kita siap kehilangan. Ketika kenyataan mengguncang fondasi kebahagiaannya, Narthana dipaksa tumbuh dalam sunyi. Ia harus menelan pahitnya perpisahan yang tak bisa dilawan, dan memeluk luka yang tak bisa dipulihkan waktu. "Mulai hari ini, Nana bersama Papa, ya?" Kalimat yang sederhana, tapi menyimpan beban yang tak terucapkan. Ini adalah kisah tentang kehilangan, tentang janji yang tak selalu bisa ditepati, dan tentang bagaimana seorang anak belajar menerima takdir tanpa kehilangan jiwanya. Sebuah perjalanan yang mengajarkan bahwa hidup tak selalu tentang memiliki, tapi tentang bagaimana tetap mencintai-meski dari kejauhan. Sebab Tuhan menulis kisah setiap manusia dengan cara yang berbeda, dan setiap air mata menyimpan makna yang tak pernah sia-sia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines