Ruang Berdebu

Ruang Berdebu

  • WpView
    Reads 263
  • WpVote
    Votes 62
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 16, 2024
Perjalanan menyusun puzzle masa lalu keluarga yang terhubung dengan kematian seseorang, seorang lelaki yang pulang membawa luka dan harap, di mana saat itu dunia berada di tengah ombak keadilan, juga penghuni bumi yang sulit ditebak isi kepalanya. Aku yang menyukai dalam diam, aku yang tidak sempat mengungkapkan isi hatiku, aku yang merindukan kehadirannya, aku yang terpaksa melihat dia lenyap berselimut ketidakadilan, dan aku yang turut serta menyakiti hatinya sesaat sebelum ia menjemput ajalnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dibalik Tawa
  • Sea Gentala (Tamat) ✔️
  • Suarasa
  • Short Stories
  • ANGEL (END)
  • 𝐀𝐁𝐎𝐔𝐓 𝐊𝐄𝐘𝐋𝐀 [𝐄𝐍𝐃]
  • Thanks for all
  • unexpected
  • Diantara Luka dan Pulih
  • their story

Bismillah semoga cerita ku bisa menghibur kalian ya teman-teman. Dan sebelum baca follow dulu ya biar nggak ketinggalan update terbaru dari aku Pertemuan ku ditaman itu membuat teringat akan apa yang pernah ia perbuat pada ku dan ibu ku menjadi kan goresan luka dihati ku akan kata kata yang mereka ucapkan tapi tetap ada rasa terima kasih ku atas apa yang mereka berikan pada ku saat itu. "Pergi kalian dari rumah ku tidak usah kalian injak kan kaki kalian lagi disini kalian sudah tak dianggap lagi"ujar nya pada ku dan ibuku membuat air mata lolos dari pelupuk mata nya membuat hati ku sakit tapi kenapa rasa nya lidah ini kelu untuk menjawab apa yang dikatakan nya Padahal selama ini aku dan ibu ku selalu ada dipihaknya kenapa itu yang ia katakan pada kami Segitu rendah kah harga diri kami bisa dia lakukan seenak nya Kembali..... "Aku takut jika harus mendengar nama itu dan tempat itu lagi membuat ku punya rasa dendam jika harus mendengar nya lagi bahkan bertemu orang orang seperti itu aku sudah tak sanggup lagi mas"ujar ku menangis dalam pelukan hingga baju nya basah karena berapa banyak air mata yang ku keluar kan. "Menangis lah sebanyak kamu mau dek,mas akan disini bersama mu agar kamu tidak takut lagi "ujar nya masih memeluk ku

More details
WpActionLinkContent Guidelines