The Midnight Chase
Langit malam menggantung gelap di atas kota, hanya diterangi cahaya lampu jalan dan papan neon yang berkelap-kelip. Jalanan yang biasanya padat kini hampir kosong, menyisakan suara angin dan deru mesin yang memecah keheningan. Di atas motor sport hitamnya, seorang pemuda melaju kencang menembus jalan raya. Jarum speedometer terus naik, tetapi ekspresinya tetap tenang. Baginya, balapan tengah malam bukan sekadar hobi-itu adalah pelarian. Pelarian dari rutinitas, dari masalah, dan dari kenyataan yang selalu mengejarnya.
Namanya dikenal di kalangan pembalap jalanan, tetapi tidak ada yang benar-benar tahu siapa dirinya. Setiap malam ia muncul, memenangkan balapan, lalu menghilang sebelum matahari terbit. Namun malam ini berbeda. Sebuah mobil hitam mewah terparkir di ujung jalan, memperhatikan jalannya balapan dari kejauhan. Di balik kaca gelapnya, sepasang mata tajam mengikuti setiap gerakan sang pembalap.
Dia bukan polisi.
Bukan juga pesaing.
Dia adalah seseorang yang jauh lebih berbahaya.
Seseorang yang terbiasa mendapatkan apa pun yang diinginkannya.
Dan malam ini, yang menarik perhatiannya bukanlah balapan itu sendiri. Melainkan sang pembalap.
Sang pembalap belum menyadari bahwa sejak ia melintasi garis finis malam itu, sebuah permainan baru telah dimulai.
Permainan kejar-kejaran yang tidak akan berakhir di lintasan balap.
Karena kali ini, yang diburu bukan kemenangan.
Melainkan dirinya.
Dan sang pemburu tidak pernah gagal menangkap mangsanya.