Harmony di Ujung Kota

Harmony di Ujung Kota

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 30, 2024
Di dalam keramaian perkotaan yang tak pernah berhenti seakan menjadi panggung bagi pertunjukan hidup yang tak pernah berhenti. Kota dengan banyaknya lampu yang gemerlap, gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi dan jalan yang berliku serta ramai, menjadi latar untuk menyaksikan awal dari kisah yang akan mengubah takdir hidup seseorang. Namun, di tengah gemerlapnya kota, tentunya terdapat juga kegelapan yang tersamarkan di balik pintu dan koridor gelap. Kehidupan malam mengungkapkan wajah lain dari kota ini, ketegangan dan rahasia tumbuh seperti bayangan yang melintas di tepi jalan. Selamat datang di kota yang tidak pernah tidur, tempat di mana mimpi dan kenyataan saling berbaur, dan di mana prolog cerita kehidupan di perkotaan ini dimulai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Denial Zone
  • RUMAH KOSONG || NCT DREAM X LUCAS
  • Desa Pendosa - TAMAT ✔️
  • Hujan Ingatan - Negeri Hujan Ingatan
  • Bunda oline dan bayi tata
  • Bulan Dan Bintang
  • Lentera Cinta Di Muara Rindu
  • Cerita di Balik Cermin

Dia berdiri di zona yang dia ciptakan sendiri-zona penyangkalan. Zona di mana rasa suka dianggap sebagai kelemahan, dan kepercayaan menjadi sesuatu yang terlalu mahal untuk diberikan. Di sana, ia tidak berharap apa pun, tidak menggantungkan diri pada siapa pun. Ia memilih terlihat biasa saja, meski perlahan menyadari ada rasa yang mulai tumbuh dan sulit diabaikan. Setiap kali seseorang mendekat, langkahnya otomatis tertahan. Jarak menjadi pilihan paling masuk akal. Mendekat selalu berarti membuka celah, dan celah membawa kemungkinan untuk kembali terluka. Tapi bagaimana jika ada seseorang yang memilih tetap menunggu di batas zona itu? Dengan kesadaran bahwa setiap langkah mendekat akan selalu disambut penyangkalan. Seseorang yang tetap ingin masuk, meski tahu perasaannya mungkin hanya akan dianggap sebagai gangguan. Dan tanpa mereka sadari, sebenarnya mereka berdiri di titik yang sama. Sama-sama dekat, sama-sama ragu. Sama-sama ingin, tapi sama-sama diam. Jarak itu bukan diciptakan oleh satu pihak saja, melainkan oleh dua hati yang sama-sama takut bergerak. Denial Zone adalah kisah tentang hati yang ingin sembuh, tapi belum sepenuhnya berani. Tentang dua orang yang sebenarnya saling suka, namun terjebak dalam penyangkalan yang mereka buat sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines