Story cover for Consider me [END] by Lalisa_mnbnx
Consider me [END]
  • WpView
    Reads 26,897
  • WpVote
    Votes 1,805
  • WpPart
    Parts 50
  • WpView
    Reads 26,897
  • WpVote
    Votes 1,805
  • WpPart
    Parts 50
Ongoing, First published Mar 31, 2024
Bagaimana rasanya menikah dengan seorang pria yang masih belum selesai dengan masa lalunya? itulah yang dirasakan Leona. suaminya yaitu azka masih mencintai masa lalunya yang telah tiada. terkadang azka memanggil Leona dengan nama masa lalunya. sifat azka terkadang membuat Leona bimbang, terkadang azka perduli dengannya atau bahkan meninggalkannya. 

Leona bertahan karna putri semata wayang nya, yaitu bumi. bumi adalah dunianya, semestanya, dan separuh kehidupannya. jika saja Leona tak memikirkan bumi mungkin Leona sudah meninggalkan azka, hanya saja Leona tak ingin putrinya hidup tanpa dampingan seorang ayah.
All Rights Reserved
Sign up to add Consider me [END] to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Remember Me As A Time of Day✅ cover
HEARTBREAK ANNIVERSARY (the end) cover
Falling for Bilionaire cover
dangerous love [On-Going] cover
Garis Takdir kita cover
MARRIED..?! (jenlisa) cover
A FILE OF MEMORIES  cover
ALI IS MY PERFECT HUSBAND cover
Our Home - Hyunlix √ cover

Remember Me As A Time of Day✅

54 parts Complete

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.