The Bridge Between Souls

The Bridge Between Souls

  • WpView
    Leituras 65
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 13
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, jan 4, 2026
Hidup di gandeng trauma bukanlah hal menyenangkan, namun memuakkan. Depresi yang datang tanpa sepengetahuan siapapun dan tanpa di undang sekalipun, namun bisa-bisanya datang dan menetap dengan nyaman pada kehidupan siapapun. Luka fisik dapat di sembuhkan namun bagaimana dengan luka hati yang berbekas dan menjadi trauma? kehilangan seseorang yang paling penting di saat hidup tidak memiliki siapapun memang menyedihkan, menggoreskan luka paling dalam yang pernah ada. Hilang arah, trauma, depresi, dan dan luka fisik yang berbekas seolah menjadi kenang-kenangan. kenangan yang buruk lebih hitam dari gelapnya malam hari. Namun, bagaimana jika terpaksa untuk keluar dari zona gelap dan mencari kehidupan baru? apakah akan menyenangkan? atau malah akan menyakitkan? tidak ada yang tahu sebelum di gali. Bersama-sama mengetahui apa itu kebersamaan, mengerti satu sama lain, menjadi penyemangat dan mengenalkan hal baru. "Hidup di tuntun plot twist." -four to well
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Archetypal [Terbit]
  • Let The Wounds Fade ( TAHAP REVISI)
  • Meneroka Jiwa 2
  • Apa Itu Cinta? (Completed)
  • WISHES.

⚠️ Ditulis oleh: Aksaradin & NS. Sea ⚠️ Tersedia di shopee @ranisalenovel *** Haura Putri Maheswari, perempuan yang dikenal cantik, entah parasnya, maupun bentuk lukanya. Haura tumbuh pada atap sempurna, tapi cacat. Ia diperbolehkan untuk tinggal, meski suasana tampak berbeda dalam sana. Sebab, beberapa orang mungkin tidak akan pernah menganggapnya terlihat. Meskipun begitu, Haura tetap ingin bersama keluarganya. Tidak ada yang baik-baik saja, hari-hari terasa seperti berjalan pada kegelapan. Memasuki dunia yang di mana hanya ada luka dan air mata. Hidup tidak selamanya berisi kebahagiaan, memang. Luka, duka, pilu, dan rasa sedih akan selalu bertandang tanpa henti. Bahkan, tidak semua orang mampu bertahan hingga akhir. Ada yang memilih memutuskan jalannya sendiri, memilih mengutuk diri atas kelahiran, dan ada yang pulang sebelum waktunya. Namun kali ini, Haura berharap ia mampu bertahan di tengah gempuran pembenci. Tak ada yang dapat disalahkan, termasuk takdir. Semua yang terjadi sudah memiliki garisnya sendiri. Haura percaya, pada awalnya, bahwa hal-hal yang rusak pasti akan menemukan utuhnya suatu saat nanti. Hingga di mana kepercayaannya mulai pudar, seseorang datang, menuntunnya kembali pada jalan berbatu yang ia lalui sebelumnya. Ia jelas menolak, untuk apa kembali pada tempat yang sama jika harus mengulang patah yang serupa untuk kesekian kali? "Untuk membuat usaha lo menanam benih bunga di tahun-tahun sebelumnya nggak sia-sia. Gak mungkin 'kan kalau lo gak mau ngelihat hal indah yang selau lo nanti kedatangannya." - Samudra Sean Albiru **** "Ketika hidup dianugerahi patah berkali-kali, kau akan memilih mati, atau kembali sembuh dalam keadaan tak utuh?" - Seperti Tulang

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo