HANANTA DEVANTARA

HANANTA DEVANTARA

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 5, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Starla, perempuan berusia 17 tahun. Ia sangat asik, apalagi kalau sudah bersama Maura, sahabatnya. Ia mempunyai kekesalan kepada gurunya yang selalu pelit nilai. Ia capek harus remedial terus-terusan, makanya ia sekesal itu dengan guru itu. Namun, di usia 18 tahun ini, ia terpaksa harus mengabulkan permintaan orang tuanya karena ada suatu amanah yang harus dituruti di masa lalu yang kelam. Ia harus menikah muda dengan seseorang. Seseorang itu merupakan orang yang tidak ia sangka-sangka. Namun, dengan ketulusan hati dan menuruti permintaan orang tuanya, ia harus menikah dengan seseorang itu.
All Rights Reserved
#157
kesal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE SECRET OF LOVE (END) ✔️
  • Little Wife [COMPLETE]
  • Pacaran Sama... Dokter Cuek! (Selesai)
  • AMNESIAL (END)
  • RIMBA MERUN
  • Cinta Tersembunyi-Tamat
  • Derita Istri Kedua Dosen

Arsyila Havya Fadheela seorang gadis sederhana yang tidak pernah membayangkan bahwa takdir akan membawanya kembali pada perasaan lama. Semuanya bermula dari sebuah kesediaan yang tak terduga-menggantikan adik kelasnya yang enggan mengikuti sebuah kegiatan ekstrakurikuler. Namun, siapa sangka keputusan spontan itu justru mempertemukannya kembali dengan sosok yang pernah ia kagumi tiga tahun silam. ​ Fadhlan Arkhan El-fatih. ​Fadhlan bukan sekadar guru pendidikan jasmani biasa. Di balik parasnya yang menawan dan tutur katanya yang lembut, ia adalah sosok yang teguh memegang prinsip. Baginya, batasan terhadap lawan jenis bukan sekadar aturan sekolah, melainkan bentuk ketaatannya pada Sang Pencipta. Sikapnya yang terjaga justru menjadi daya tarik yang membuat banyak wanita menaruh hati, termasuk Arsyila. ​Namun, mencintai Fadhlan bukanlah perkara mudah. Bagi Arsyila, Fadhlan adalah sebuah menara tinggi yang sulit digapai. Ada benteng masa lalu yang terus membisikkan keraguan di telinga Arsyila ​"Layakkah gadis sepertiku bersanding dengan pria yang begitu menjaga kesucian dirinya?" ​Dalam diam, Arsyila mulai merangkai harapan di atas sajadah. Ia mencintai dalam senyap, berjuang lewat doa yang tak pernah terdengar. Namun, perjuangan sendirian itu melelahkan. Ada saat di mana Arsyila merasa sesak oleh batas yang ia ciptakan sendiri. ​Kini, di penghujung masa studinya di asrama, sebuah tanya besar menggelayuti benaknya. Akankah cinta dalam diam ini menemukan muaranya saat ia melangkah keluar dari gerbang asrama? Ataukah Arsyila harus belajar tentang bab tersulit dalam mencintai yaitu melepaskannya dengan ikhlas?

More details
WpActionLinkContent Guidelines