Garvi Hinggap di Bulan

Garvi Hinggap di Bulan

  • WpView
    Reads 2,168
  • WpVote
    Votes 234
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadMatureComplete Wed, May 1, 2024
"Jadi laki-laki harus kuat, Vi. Nggak apa-apa nangis, tapi kamu harus tahan, ya. Kamu juga harus tahu, kalau kamu bukan sebuah kesalahan." Suara Arunika bergetar. Itulah pesan almarhumah Arunika 20 tahun lalu kepada Garvi kecil. Kini saat ia sudah dewasa, Garvi masih tidak mengerti kenapa kakak perempuannya berkata demikian. Kalimat itu masih terekam jelas di bayang-bayangnya hingga Garvi kerap mempertanyakan kenapa ia harus dilahirkan di dunia ini. Pertanyaan itu mulai terjawab ketika Garvi bertemu dengan seorang pelacur bernama Bulan. Suatu waktu mereka bertemu dan melewati satu malam bersama dengan mengobrol. Setelah pertemuan pertama mereka, Garvi dan Bulan mulai sering menghabiskan waktu bersama-sama. Tanpa Garvi sadari, ia mulai menyimpan perasaan kepada si pelacur. Apakah Garvi akan menemukan jawaban atas pertanyaan yang menghantuinya? Bagaimanakah hubungan Garvi dengan pelacur bernama Bulan itu?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ISTRI SETELAH CINTA
  • Unwanted Wedding
  • milik sang penguasa kampus
  • Melukis Kesedihan Ava { TERBIT }
  • SASHI
  • Inspirasa
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)
  • AGATHA [TERBIT]
  • Memories in Moon

"Kamu harus merencanakan kehamilan segera setelah menikah dan memiliki anak secepat mungkin." Yerin Fadhillah mengangguk tanpa gentar. Dia tahu-cinta tak pernah benar-benar jadi bagian dari kesepakatan ini. Dia menerima syarat itu tanpa ragu. "Kamu yakin bisa menjalaninya?" Suara pria itu dalam, nyaris berbisik, namun menyisakan gema yang menyayat. "Aku akan berusaha. Setiap hari. Sepenuh tenaga." "Ya, aku bisa melakukannya." Yerin berpikir bahwa dengan banyak usaha, seorang anak akan segera hadir diantara mereka. Dia berharap cinta suaminya akan semakin dalam ketika mereka memiliki anak. Dia percaya bahwa tidak akan ada lagi kehidupan yang sepi dan menyesakkan setelah mereka punya anak. Namun, harapan itu hancur lebur setelah dua tahun pernikahan mereka. "Maaf... dengan kondisi seperti ini, peluang untuk bisa hamil sangat kecil." Suara dokter tenang, seakan tak sadar dia baru saja menjatuhkan palu pada harapan terakhir Yerin. Saat itulah dunianya menjadi sunyi dan hening. Tak ada tangis.... Tak ada teriakan.... Hanya suara deru napasnya sendiri yang tidak teratur, tiba-tiba terasa terlalu berat untuk dilanjutkan. ISTRI SETELAH CINTA

More details
WpActionLinkContent Guidelines