Garvi Hinggap di Bulan

Garvi Hinggap di Bulan

  • WpView
    Reads 2,179
  • WpVote
    Votes 234
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadMatureComplete Wed, May 1, 2024
"Jadi laki-laki harus kuat, Vi. Nggak apa-apa nangis, tapi kamu harus tahan, ya. Kamu juga harus tahu, kalau kamu bukan sebuah kesalahan." Suara Arunika bergetar. Itulah pesan almarhumah Arunika 20 tahun lalu kepada Garvi kecil. Kini saat ia sudah dewasa, Garvi masih tidak mengerti kenapa kakak perempuannya berkata demikian. Kalimat itu masih terekam jelas di bayang-bayangnya hingga Garvi kerap mempertanyakan kenapa ia harus dilahirkan di dunia ini. Pertanyaan itu mulai terjawab ketika Garvi bertemu dengan seorang pelacur bernama Bulan. Suatu waktu mereka bertemu dan melewati satu malam bersama dengan mengobrol. Setelah pertemuan pertama mereka, Garvi dan Bulan mulai sering menghabiskan waktu bersama-sama. Tanpa Garvi sadari, ia mulai menyimpan perasaan kepada si pelacur. Apakah Garvi akan menemukan jawaban atas pertanyaan yang menghantuinya? Bagaimanakah hubungan Garvi dengan pelacur bernama Bulan itu?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Puing luka
  • ISTRI SETELAH CINTA
  • Unwanted Wedding
  • Choose You - PINDAH KE DREAME
  • Melukis Kesedihan Ava { TERBIT }
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)
  • Salah Tapi Enak [GXG]

"Malam itu menjadi awal dari mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan." Aluna kehilangan segalanya dalam satu malam-rasa aman, harga diri, dan harapan. Ia hancur oleh luka yang tak terlihat mata, tapi mengoyak jiwanya habis-habisan. Kehamilan yang datang dari pemerkosaan membuatnya ingin menyerah. Namun dalam reruntuhan hidupnya, ada dua hal yang terus menahannya agar tetap berdiri: keluarga yang tak pernah berhenti mencintai, dan janin kecil dalam rahimnya yang menjadi alasan untuk bertahan. Sejak itu, Aluna membenci laki-laki. Ketakutannya begitu dalam, hingga setiap tatapan dan suara laki-laki bisa membuat tubuhnya gemetar. Tapi ia tidak bisa menolak kehadiran laki-laki itu-sosok yang bertanggung jawab, yang tak pernah pergi, yang terus mengirim bunga, hadiah, dan surat-surat haru berisi penyesalan serta doa. "Aku tahu aku tak bisa menghapus malam itu. Tapi setiap langkah yang kamu ambil hari ini, adalah langkah keberanian luar biasa. Kamu tidak sendirian." - A. Hari demi hari, tembok kebekuan di hati Aluna mulai retak. Bukan karena dia lupa, bukan karena dia memaafkan dengan mudah, tapi karena perlahan, ia mulai membuka diri terhadap kemungkinan: bahwa tidak semua luka harus berdarah selamanya. Akankah Aluna mampu menghadapi masa lalunya? Mampukah ia membiarkan seseorang masuk ke dalam hidupnya lagi-meski dari kejauhan? Sebuah kisah tentang luka, keberanian, dan cinta yang lahir dari kehancuran. Untukmu yang sedang berjuang: kamu tidak sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines