Karma Si Pemalas

Karma Si Pemalas

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 30, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Mungkin ini karma Nadiva, ia yang biasanya bermalas-malasan harus berjuang menjalani kehidupan Hazel yang ditinggal mati oleh ayahnya dan harus hidup berdua bersama adiknya, Nadiva juga harus mengulang kembali ke masa sekolah di mana sebuah nilai menjadi prioritas paling utama di sekolah barunya. "Selamat datang di FHS, dan selamat tinggal hari-hari santai ku. " Ucap Hazel menatap nanar bangunan sekolah bertulisan FHS. *Cover berasal dari pinterest diedit dengan bantuan AI*
All Rights Reserved
#28
iq
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

More details
WpActionLinkContent Guidelines