MANUSIA BERISIK

MANUSIA BERISIK

  • WpView
    LECTURAS 105
  • WpVote
    Votos 13
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, jul 14, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
Almeera, seorang anak perempuan yang berusia 15 tahun. Yang dipaksa dewasa oleh keadaan. Yang selalu mengharapkan kebahagiaan dari seorang ayah namun... harapan itu terkubur dengan realita yang ada di hidupnya. Sementara itu, di sisi lain... terdapat Lila yang ceria hanya di depan orang orang. Sudah terbiasa menahan lukanya dan menghambat segala kecewa yang menganga ***** Di pagi hari yang sangat dingin, yang membuat Meera beranjak dari kasurnya. Pada saat Meera melangkah keluar dari kamarnya, netranya menangkap sesosok laki laki yang sedang duduk sambil memanjangkan kakinya. Meera pun bergegas, dengan senang hati membuat secangkir kopi hitam. Berharap sang bapak menghargainya Akan tetapi harapannya pupus pada saat Meera memberikan kopi itu pada bapaknya. Dengan tegas dan keras sang bapak menolak kopi tersebut di sambi suaranya yang meninggi ***** Di sisi lain... Seorang gadis cantik berusia 16 tahun sedang membersihkan rumah kayu yang tampak jadul itu. Seorang bapak yang gemas pun menghampiri anaknya berniat ingin mengganggunya. Akan tetapi, pertengkaran yang ada setiap pagi membuat Lila terdiam dan memberhentikan pekerjaannya. Lila kemudian berlari ke kamarnya. Gadis itu lalu menelungkupkan wajahnya di antara lipatan tangannya. Gadis itu pun menangis, menangis sekencang kencangnya
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • mommy aralie?
  • AIRA [On Going]
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • 48 FAMILY RESTAURANT ( JKT48 Gen 12 Fanfic)
  • Spike !!! (JKT48 Gen 12 FANFICTION)
  • BUNGA TERAKHIR [REVISI]
  • SECANGKIR KOPI SEBELUM PULANG || END

"Anak hebat Ayah, kalau sudah besar mau jadi apa?" Suara itu masih terngiang di kepala Syela, lembut dan penuh kasih sayang. Malam itu, ia masih berusia enam tahun, duduk di pangkuan ayahnya yang selalu wangi dengan aroma buku dan kopi. "Dokter, Ayah. Supaya Syela bisa menyembuhkan orang-orang dan membantu banyak orang," jawabnya dengan penuh semangat. Ayahnya tertawa kecil, mengusap kepalanya dengan penuh kebanggaan. "Syela janji ya, suatu hari nanti akan jadi dokter hebat? Ayah janji akan selalu menuntun langkah Syela sampai impian itu terwujud." "Iya, Ayah! Syela janji! Terima kasih, Ayah. Syela sayang Ayah, sampai kapanpun." Janji itu terdengar begitu nyata, seolah hanya terjadi kemarin. Tapi kini, bertahun-tahun setelahnya, Syela hanya bisa menatap kosong ke langit-langit kamar. Ayah tidak lagi di sini. Janji itu, yang dulu terdengar seperti kepastian, kini hanya tinggal kenangan yang menggantung di dara. Syela menarik napas panjang, meremas ujung selimutnya. Sudah bertahun-tahun sejak ia kehilangan sosok yang paling ia cintai. Tapi luka itu tak pernah benar-benar sembuh. "Mana janji Ayah yang akan menuntun langkah Syela?" baca selengkap nya ya! @ssabrinena @syelas.story

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido