Abandoned Prince

Abandoned Prince

  • WpView
    Reads 484
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 31, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
Lucan sangat senang membaca buku untuk adik kecilnya sebelum Ia tertidur. Sampai - sampai hingga gadis kecil itu sudah memasuki masa remaja-nya, Lucan masih saja setia membaca buku - buku favoritenya. Tapi karena umur yang sudah berubah. Mungkin karena itu genre favorit adiknya ini juga perlahan berubah. Malam itu, dia hanya membaca buku dengan latar belakang kerajaan. Sungguh aneh pikirnya, biasanya Adiknya itu lebih menyukai genre action fantasy. Agathokakological. Bahkan judul buku itu terdengar aneh. Dia bilang salah satu temannya merekomendasikan buku itu. Lucan hanya mengikuti permintaan adiknya. Anehnya lagi, buku itu memiliki alur yang menarik. Selain bumbu romansa, ada banyak konflik disana. Tak terasa sudah tinggal satu jam menuju pagi. Lucan bahkan menyelesaikan buku itu, padahal adiknya sudah lama tertidur. Kedua bola matanya ditutup perlahan. Ia berniat beristirahat sejenak. Tapi. Kenapa ketika kedua bola mata itu terbuka. Ia malah berada di sebuah kamar megah dengan nuansa kerajaan? "Oh aku gila. Ya, pasti memang gila!" cr : pinterest
All Rights Reserved
#84
dibuang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • The Crown Prince's and His Brothers
  • Erdwin Hard Sirvelia Konka
  • I'm More Than Just A Princess
  • Dear ASSASSIN✓
  • RESURGERE: The Andalas of Nusan [CH]
  • Heroin Of Emores 【END - TERBIT】
  • RENCIA

First historical-fantasy Romance by Me! *** "Kenapa kau tampak begitu tenang, heh?" desisnya tepat di wajah Sang Ratu. "Kau bahkan memberikan obat subur untuk kami. Apa kau tidak takut posisimu akan tergulir jika aku memiliki anak dari selir lain?" napas Ghaozen bahkan terasa begitu tergesa di wajah cantik dan lembut milik Yueyin. Yueyin justru tersenyum tulus, "Saya yakin, tak lama lagi tempat saya akan berganti. Lalu, apa yang harus saya takutkan?" Ya benar, apa yang harus ditakutkannya? Karena sejak kecil Yueyin di didik tidak untuk menjadi orang yang serakah. Tidak untuk menjadi orang yang naif dan munafik. Ia bahkan sebisa mungkin hidup jauh dari jangkauan istana, namun sialnya pekerjaan sang ayah membuatnya terjebak dengan Raja saat ini. Raja yang dikenal berhati iblis! Istana adalah tempat yang mengerikan! Jauhi sebisa mungkin, Yueyin. Itu adalah pesan terakhir sang ibu padanya sebelum ibunya bunuh diri akibat perceraian dan fitnah kejam dari istana oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. "Kau lancang, Ratu!" Ghaozen semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Yueyin. Menatap bibir merah muda Yueyin yang tampak menggoda begitu membangkitkan hasratnya sebagai lelaki jantan. Namun, ketika kedua bibir itu nyaris menyatu, Yueyin lebih dulu memalingkan wajahnya. Membuat Ghaozen tersenyum sinis dan berbisik pelan, "Rumor itu beredar salah. Bukan aku yang tidak pernah mengunjungimu, Yueyin. Tapi, kau yang selalu menolak kehadiranku!" gumamnya sebelum keluar dari kediaman Yueyin dengan langkah lebar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines