Tanpa Kata

Tanpa Kata

  • WpView
    Reads 15,261
  • WpVote
    Votes 997
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 5, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"Vean? Kamu Vean kan?" Seseorang memegang lenganku dan menariknya pelan "iya, siapa ya?" Ku balikan tubuhku untuk melihat siapa orang yang mengenaliku di daerah yang terpencil dan sangat jauh ini. Seorang wanita bertumbuh tinggi, langsing, berambut panjang, berkulit putih dan bermata sipit khas suku chinese tersenyum cantik kearahku, ekspresi senangnya tidak mampu mengalahkan tatapan teduh dari wajahnya, aku sepertinya mengenalinya tapi entahlah di mana. Belum sempat dia menjawabku, terdengar panggilan dari pembawa acara di lapangan balai desa. "selamat datang untuk dokter Frian, silahkan maju ke depan dok, berikan tepuk tangan untuk dokter Frian yang akan memberikan penyuluhan hari ini" "nanti jangan langsung pulang, tunggu aku selesai ya" Wanita itu berbicara lembut kearahku, aku hanya mengangguk saja. Aku masih melamun mengingat siapa Frian. Tiba-tiba otakku menemukan nama itu, Frian dia satu angkatan denganku pada saat SMA, si jenius yang terlalu sempurna cantik, baik, sederhana, anak orang kaya, dikagumi satu sekolah, incaran semua teman laki-lakiku tidak ada kurangnya, Terlalu sempurna bahkan. Tapi entah kenapa aku selalu merasa tidak enak setiap berpapasan dengannya, mungkin aku merasa rendah diri dan terintimidasi dengan kehadirannya, kami tidak pernah bertegur sapa aku bahkan merasa heran dia masih mengenaliku.
All Rights Reserved
#961
girlslove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Unplayed Song (GL)
  • 3. Cerita Etalase dan Tempat Tidur GXG (END)
  • STRANGER
  • 'MY ENEMY'
  • Keano
  • [Terjemah] SAVE ME, KEEP ME | MarkChan GS ✔️
  • "NORA"
  • Slice Of Life - YiZhan
  • Don't Go Away

CERITA SUDAH COMPLETE✔️ ⚠️WARNING : Cerita ini mengangkat tema tentang hubungan sesama jenis dan identitas LGBT. Cerita ini ditujukan untuk pembaca yang terbuka terhadap berbagai perspektif dalam kehidupan manusia. Jika Anda merasa tidak nyaman dengan tema ini, saya sarankan untuk mempertimbangkan kembali sebelum membaca. Harap diingat bahwa novel ini bertujuan untuk merayakan keragaman dan memberikan suara kepada berbagai pengalaman hidup. ------ SINOPSIS : Vio, siswi baru kelas sepuluh di SMA Swasta Bina Bangsa, mencoba menjalani kehidupan sekolahnya dengan membawa luka masa lalu yang mendalam. Pengalaman pahit dengan seorang pria membuatnya trauma dan menutup hati, bahkan untuk sekadar berpikir soal cinta. Namun, semua berubah ketika dia mulai mengenal Netta, kakak kelas yang menjadi pusat perhatian di sekolah. Netta bukan hanya terkenal karena gaya rambut pendeknya, tapi juga karena aura percaya diri dan kharisma alaminya. Gaya bicara yang santai, langkah penuh percaya diri, dan pembawaannya yang mencuri perhatian membuat banyak siswi terpikat. Vio pun tanpa sadar mulai tertarik untuk mengenal Netta lebih dekat. Namun, kebingungan menghampiri ketika Emma, sahabatnya, mengatakan bahwa Netta adalah penyuka sesama jenis. Bulu kuduk Vio seketika merinding mendengar fakta itu. Dalam pikirannya, bagaimana mungkin seseorang yang terlihat begitu sempurna bisa memiliki "kekurangan" sebesar itu? Vio mulai mempertanyakan pandangannya terhadap Netta. ❌Disclaimer: Cover ini dibuat menggunakan bantuan AI (kecerdasan buatan) dan didesain khusus untuk cerita ini. Mohon tidak mengambil atau menggunakan ulang tanpa izin.

More details
WpActionLinkContent Guidelines