Teduhan sementara

Teduhan sementara

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 3, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"bunda yang keluar rumah atau aku?!" teriak Abel keras terhadap bundanya "maaf,tolong maafin bunda nak" pinta Trisha,bunda dari Abel. "permintaan maaf bunda gak bakalan bisa buat orang mati hidup lagi, hiks" "bunda tau itu nak,maaf" tangis mereka berdua pecah,dengan di iringi turunnya hujan yang sangat lebat. Abel menyalahkan bundanya atas kematian orang yang begitu ia cintai.tanpa Abel tau,ibunya lebih terluka darinya. Trisha ingin menjelaskan alasannya melakukan hal bodoh itu,tapi percuma menurutnya,Abel tidak akan mendengarkan cerita dari kejadian yang hampir membuatnya gila. __________ "Lo bisa ngenalian dia ke gue ngga?" tanya Abel kepada cowok di depannya "bisa,asal bawa gue ke rumah lu dulu" _________ "semua orang ninggalin gue sa" ucap Abel dengan menunduk lesu "gue ga bakal ninggalin lo bel,ini janji gue"
All Rights Reserved
#518
kecewa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AURORA
  • MAS JI
  • Converge With You [On Going]
  • Leyna
  • RION IS MY MANTAN!
  • dimana janji tersebut
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • GORESAN HATI
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
AURORA

"Semua peristiwa yang kita alami selama ini ternyata akan berakhir menjadi kenangan? Lalu kenapa kau dulu menyinggahi hati ini jika pada akhirnya kau pergi. Datang untuk pergi, lebih pantas ku tunjukkan padamu". Ucap Rara "Mengapa dulu diri ini terlalu bodoh? Harusnya aku bisa membedakan mana tamu dan mana tuan rumah. Jika kau dulu datang sebagai tamu, maka akan kusuguhkan teh saja. Namun kau datang berlagak bahwa kau adalah tuan rumah, maka aku menyuguhimu hati. Jangan salahkan aku jika aku salah memberi perjamuan untukmu. Tanyakan pada dirimu! Salahkah cara kedatanganmu?" Rizki hanya bisa mematung menatap wanita kuat didepannya yang sudah ia sakiti. Ia terlalu bodoh memberikan semua pengharapan kepada Rara. Sekarang semuanya sudah terjadi. Nasi telah menjadi bubur, Rizki harus terima bahwa ia akan kehilangan wanita yang benar benar tulus mencintainya. Ikuti terus kisah perjuangan cinta Rara mencapai titik puncak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines