Fate : Painted Letter

Fate : Painted Letter

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 18, 2024
Suratan yang membawaku pada titik ini. Dimana Sang Ilahi melihat manusia tak lagi sama. Dewata yang bersinar kala itu tatkala mentari terbenam memulai serangkaian kepedihan untuk kami dan dari kami. Mereka berdiri untuk manusia, dan manusia berdiri untuk mereka. Takdir yang tak lagi terukir sempurna oleh Sang Ilahi, meretak, memecah semua yang telah ia rangkai. Indahnya telah terkoyak, harumnya telah berbau, dan rasanya telah dingin membeku. Dalam langit malam, kami berikrar sumpah perang atas nama kami semua. Mengikat kami dalam kutukan yang akan mencabik anak cucu kami. Menggandengkan tangan kami seraya melangkah maju tanpa ragu. Malam yang gulita, kini mentari seakan menyinari dunia bersama Sang Rembulan. Tak lama kala itu, Sang Ilahi bersuara. "Pendosa, Munafik, nan Suci. Tidaklah kamu mengetahui apa yang telah kalian lakukan. Kalian sudah melampaui batas kalian." "Yang terbakar, akan menjadi abu. Yang berdiri kini harus berlutut. Kekuasaanmu akan berakhir di sini. Kami akan menggantikanmu dan mengambil segalanya yang telah Engkau renggut." lantunan suara Sang Maha Dewi Alam menusuk telinga kami. Lembut dan tegas, ia lontarkan pada Sang Ilahi. "Kamu berdiam terlalu lama. Lihatlah apa yang telah dilakukan oleh mereka. Manusia melumatkan sesamanya. Kamu pikir apa artinya manusia, wahai Sang Pencipta?" "Aku jauh lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." Sang Ilahi kemudian menampakkan wujudnya, putih suci bersinar terang dengan sayap yang menyentuh ufuk barat dan ufuk timur. Dengan seketika menerbangkan kami semua bagai bulu-bulu yang berterbangan. Suara dengung merusak telinga kami, selirik kami melihat. Sang Dewata tengah menari dengan Sang Ilahi.
All Rights Reserved
#422
kingdom
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crystal!
  • Sang Panglima (Tamat)
  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • too beautiful to notice (YananTianjiarui)(END)
  • The Lost Chicago
  • Midwest Princess
  • I'm More Than Just A Princess
  • [1] Takdir Putri Kecil Yang Liar
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai
  • [END] Meeting the Lord
Crystal!

Pemandangan yang sangat mencengangkan seekor mahluk suci kuno balderos perwujudan dari kehendak iblis!... Auman memecah awan yang gelap tanpa sinar rembulan tangisan warga sekitar menghantui telinga!. Lima ksatria yang di juluki sebagai pedang dewi berdiri dengan tubuh penuh luka! empat di antara mereka hanya tersisa satu yang sanggup berdiri!. ksatria itu berdiri menatap tajam ke balderos dengan crystal merah di tangan kirinya. "kurasa sekarang lah! waktu yang tepat!." bisik ksatria itu tersenyum tipis. Keempat rekannya yang tersungkur di tanah hanya bisa menatapnya. Ksatria Biru mengepalkan tangan, darah mengalir dari pelipisnya. "Kau... selalu bertindak sendirian..." gumamnya lirih, matanya bergetar menahan tangis. Ksatria Putih memejamkan mata, air mata jatuh perlahan. "Jangan buat kami kehilanganmu juga..." Ksatria Hitam mencoba bangkit, tapi lututnya roboh. Ia hanya bisa menggeram frustrasi. Ksatria Hijau yang biasanya penuh canda menunduk tanpa kata. Untuk pertama kalinya... ia benar-benar diam. Ksatria Merah tersenyum pada mereka-bukan senyum kemenangan, tapi senyum perpisahan. "Sampai bertemu lagi," katanya, dan melangkah ke dalam kegelapan. keempat ksatria dengan rasa sedih dan merasa bangga dengan keberanian memberikan hormat untuk terakhir --- beberapa tahun berlalu dengan cepat balderos menghilang entah kemana begitu dengan ksatria merah itu!.. para penduduk yang selamat dari amukan iblis itu membuat sebuah patung ksatria merah dengan zirah api membakar? bahkan ada beberapa orang yang menyembah patung selayaknya seorang dewa!.. namun apakah balderos benar-benar sudah mati? atau ia masih hidup dan bersembunyi!...

More details
WpActionLinkContent Guidelines