Story cover for Hazil by fitrisasabila
Hazil
  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Apr 03, 2024
"Hazil.... Capek boleh, nyerah jangan. karena ada harapan orang tua yang harus diwujudkan," monolog Hazil sembari menatap kepergian teman-temannya.

"Sekarang... pendem sendiri, rasain sendiri, dan sembuhin sendiri... lo udah gede, jangan nyusahin orang." Monolog Hazil, ia pun mulai berlari menuju tempat kerjanya dengan senyuman yang tak hilang-hilang.






Note :
•DILARANG PLAGIAT!!!
•Murni pemikiran sendiri. Mohon maaf jika ada kesamaan tokoh, alur, dll
•Masih belajar, mohon dimaklum kalo banyak kesalahan
•Jangan lupa vote, coment, & share


Cerita pendek (CerPen)

Start : 03-04-2024
All Rights Reserved
Sign up to add Hazil to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Korban silaturahmi [TAMAT] cover
Oneng & O'on cover
Sebuah Rasa cover
Young Soul Again || Time Travel [✓] cover
Sang MATAHARI [Antologi Cerpen] cover
Deberìa Redirme? (End)  cover
Kumau Dia (Nomin)  cover
Sandyakala | Haechan  cover
|| I'm NOT Her || End ✔ cover
Don't hate me || Jeno Jaemin [END] cover

Korban silaturahmi [TAMAT]

46 parts Complete

[Selamat membaca] ◌Dalam tahap revisi◌ Angin berhembus menerpa rambut Glory, rumput dan bunga bergoyang seakan menikmati suasana tenang. "Maafkan gue yang dulu dan sekarang." Gio menatap Glory sekilas "Gue mencoba memaafkan nya." ucap Glory Semuanya hening, desiran angin menerpa rumput-rumput masih menemani mereka. "Kembalilah ke gue." Gio menggenggam tangan Glory. Namun Glory menepisnya "Sudah cukup sandiwaranya? tidak ada yang perlu di katakan lagi? Gue pulang.besok hari bahagia." Glory bangkit dan meninggalkan Gio sendiri di sana. "Gue tau ini salah gue,Glory.tapi tolong mengerti keadaan dan situasi apa yang gue hadapi, sekali aja lu ngertiin posisi gue tapi lu gak pernah. Gak pernah ngertiin gue sama sekali." Teriak Gio prustasi Glory yang belum jauh dari sana menghela napas, "Gue tau gue gak pernah ngertiin lu makannya gue memilih menjauh dari lu, biar lu mendapatkan orang yang selalau bisa mengerti situasi dan keadaan lu." Glory mengusap air matanya dan berlari pulang. Cerita seseorang yang mengorbankan segalanya demi mendapatkan cinta sejati, cinta bukan hanya sekedar kasih sayang dan takut kehilangan. Namun sebuah kata yang sangat berarti di kehidupan. saling melangkapi, memahami satu sama lain dan menerima kekurangan dan kelebihan. Tidak bersatu bukan mungkin berpisah tapi batas dan adanya jarak yang mempersulit mereka. Situasi, keadaan tidak mendukung mereka untuk bersama.