BLUE
  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 8, 2024
Aku menyukai warna merah sejak kecil. Stereotype mengenai warna biru adalah warna untuk laki-laki sangat melekat padaku. Aku memutuskan untuk tidak menyukai warna biru, sampai kapanpun. Hingga pada suatu ketika... warna biru itu memelukku, dan aku enggan melepasnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Badboy! (AbhiAbi)
  • SCP: War of Shadows
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Love is friendship
  • The Sweetest Memories (COMPLETED)
  • Dari SENJA untuk PURNAMA
  • Saat Langit Berwarna Ungu
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]

Dulu kita bahkan enggan menyapa, enggan berdekatan, bahkan berusaha berjauhan, namun sekarang kau bagaikan sebagian warna dalam hidupku, kau menambah warna dalam hidupku yang dulunya hitam, putih, tapi sekarang kau menambahkan setitik warna cerah disana, agar warnaku itu bisa utuh dan sempurna. Terima kasih. -Abigail Aldara Salshabilla- Warna yang awalnya utuh dan sempurna menjadi pudar dan hilang. Aku tidak memiliki warna dalam hidupku. Aku hanya punya 1 warna dalam hidupku yaitu abu - abu. Tak hitam tak putih. Dan sekarang aku sadar bahwa kau telah merubah warnaku menjadi jelas dan pasti. Setidaknya aku memiliki warna yang jelas dalam hidupku walaupun hanya satu. Kamu. Terima kasih. -Abhivandya Nathaniel Lazuardi-

More details
WpActionLinkContent Guidelines