Tangisan Bandung

Tangisan Bandung

  • WpView
    LECTURES 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., avr. 4, 2024
Kata pepatah kehilangan dulu baru menyesal, bodoh nya aku tidak memanfaatkan waktu itu untuk membahagiakan nya. Apakah, aku emamg ditakdirkan untuk mengalami mimpi buruk yang sesakit ini? oh tuhan aku tidak mampu melewatinya dengan seorang diri. Tetapi, ada kalanya kita merasa dianggap walau sesaat. rindu yang menjalar membuat dada ini sesak, tolong bawakan aku kedalam dunia yang penuh dengan kebahagian bukan dunia kesuraman, penuh dengan tangisan. Apakah, bandung menjadi saksi bahwanya kita emang tida ditakdirkan untuk bersatu. Aku dan kamu sama sama tidak ingin terluka. Namun keadaan yang memisahkan kita. Tapi, aku ingin kamu tahu.. aku sangat tulus mencintaimu.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Ketika Tulisan bercerita?
  • pernah yang tak kan terulang kembali(love story from the author)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • kau bukan rumah
  • My Destiny
  • Kutinggalkan dia karena Dia
  • Kamu, Aku dan Dia
  • Cinta Dua Arah ( On Going )✨
  • Dia Semesta
  • Datang Untuk Pergi

begitu kelelahan mulai menyeruak, mengaduh suasana gelap berteman lagu sendu pilu, ku coba tuliskan segalanya tentang isi hatiku yang menolakmu ada dalam pikiranku lagi. ketika yang ku tahu bahwa sia-sia selama ini selalu berharap padamu. sia-sia untuk waktuku yang terbuang merindukanmu. ~ ketika aku diberi kesempatan memilikimu, tidak dengan waktu yang lama, senda gurau kita berubah diam. tak bertegur sapa layaknya tak pernah kenal sebelumnya. tak ada salam perpisahan, setidaknya berusaha membuat keadaan pahit itu menjadi manis sebelum kita benar-benar tak saling melihat lagi, Tidak ada! baru saja aku berusaha mengucapkan kata "sayang" padamu. barusaja aku menghapus kenangan lama. namun, kamu datang lagi dengan kisah yang sama. meski kadang aku merasa bodoh, dengan keistimewaan yang mengecewakan. aku cukup bahagia sempat, sekali saja, bersamamu. menghabiskan separuh malam kita bercerita ria lewat handphone. Terima kasih teruntukmu.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu