Satu Mimpi Roti Lapis

Satu Mimpi Roti Lapis

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 5, 2024
"Nak, maafkan Ayah Ibu ya. Kita tidak mampu untuk kuliahkan kamu. Ibu tidak punya apa-apa." ucap Ibu sambil mengatup kedua tangannya, bersimpuh di depanku yang terduduk menangis di pojok kamar. Itu memori kelam bagi Safira 10 tahun lalu yang masih tergambar jelas hingga sekarang. Kini di usia dewasa, Safira berambisi untuk balas dendam akan kemiskinannya. Kenapa dia harus menghadapi kenyataan itu, yang di usianya bahkan ia tak mampu berbuat apa-apa? Pengalaman pahit menjadikan Safira, sosok perempuan kuat yang harus menanggung hidup dirinya, anaknya, juga orang tua. Ia berpikir, "Keluargaku, tanggung jawabku juga." Namun karena kekesalannya, tanpa Safira sadari, ia mengungkit seluruh pemberian ke orang tua, bahkan di depan Aldi, teman kerjanya. Bagaimana perasaan Ibu Safira ketika mendengar itu? Apakah yang diinginkan Safira? Apa hubungan sebenarnya antara Safira dengan Aldi?
All Rights Reserved
#5
bentangpustaka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DIA ADALAH NAJA
  • Impossible
  • JAM 3 SORE
  • Too Far to Hold [COMPLETED]
  • ALANA [LENGKAP]
  • Caliorate: The Wilted Gardenia
  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • DEALLOVE
  • YOUR FREEDOM✓
  • AMERTA DALAM AKSARA

*** Aku Nasya Anindya Arkana. Lebih mudahnya, sebut saja Naya. Hari ini adalah hari kelulusanku, setelah kurang lebih empat tahun lamanya aku menempuh pendidikan strata satu di kampus yang ada di ibukota provinsi. Aku satu-satunya anak orang tuaku, maka dari itu sifatku sedikit manja, tapi aku juga mandiri kok. Papaku adalah Papa Arkana, beliau pemilik salah satu perusahaan yang bergerak di bidang properti. Kalau Mama, namanya Gayatri. Agar lebih mudah mengingatnya, sebut saja Mama Iyat. Beliau adalah istri Papa, Mamaku. Mama gak kerja, karena yang kerja anak buahnya. Mama punya beberapa butik di beberapa kota, salah satunya di kota tempat tinggal kami sekarang. Ah iya, aku hampir lupa. Aku juga punya seorang kekasih, dia dua tahun lebih tua dariku. Dia anak dari sahabat Papa. Kami bertemu sejak aku berusia delapan belas tahun, ya benar, saat aku menjadi mahasiswa baru di kampusku. Kekasihku itu dulunya seorang presiden mahasiswa, aku beruntung karena bisa mendapat banyak pelajaran darinya. Kebetulan kami juga mengambil jurusan yang sama, jadi jika aku tidak paham dengan mata kuliahku, dialah yang membantuku dan menjelaskan ulang hingga aku paham. Hubungan kami sudah berjalan sekitar tiga tahun. Lalu satu tahunnya bagaimana, bukankah aku kuliah selama empat tahun? Ya, satu tahunnya adalah masa pengenalan, pendekatan dan perkelahian. Hampir setiap hari dia mengusiliku, katanya agar aku selalu mengingatnya walaupun yang kuingat hanya tingkahnya yang mengesalkan. "Naya, kamu sudah bangun nak, cepat siap-siap" ucap Mama Iyat dari luar kamar. "Iya Ma, ini mau siap-siap" sahut Naya. Naya menutup laptopnya setelah mengupload beberapa kata yang barusan dia ketik disana.

More details
WpActionLinkContent Guidelines