MERPATI || Terjebak Tiga Semesta [TELAH TERBIT]

MERPATI || Terjebak Tiga Semesta [TELAH TERBIT]

  • WpView
    Leituras 554
  • WpVote
    Votos 43
  • WpPart
    Capítulos 33
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, mar 10, 2026
WpInfo
Ficção
Romance
Perjodohan mendadak itu membawa Liam Ganeswara mengenal gadis berperawakan mungil-dimana kehidupannya yang jauh dari kata beruntung terasa lebih tidak beruntung lagi. Bagi gadis itu, Liam adalah kebebasan. Layaknya majikan burung yang membawanya keluar dari sangkar memuakkan. Dia orang pertama yang mengajarkan Floryn Agnesia Kara tentang hidup, bagaimana langkah kaki yg dulu hanya memutar di dalam kamar bebas berlari di perkotaan. Tetapi bagi Liam, gadis kecil itu hanya beban manis yang tak berarti. Dan Revan Pradipta datang di tengah-tengah kekacauan dua semesta. Penasaran? Langsung baca aja! *** Cover by Canva All pictures Pinterest *** Start : 22 Oktober 2025 Finish :
Todos os Direitos Reservados
#22
leechaemin
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo