PAROQUET (✓)

PAROQUET (✓)

  • WpView
    Membaca 32,335
  • WpVote
    Vote 3,261
  • WpPart
    Bab 33
WpMetadataReadDewasaLengkap Sel, Sep 3, 2024
Jodoh itu bisa dengan siapa saja. Aku bahkan tidak sekali pun berencana untuk menetap di sisinya selagi dia menetap di hatiku. Hanya saja kadang aku menyalahkan Tuhan ketika jiwa tak tahu diriku menolak kenyataan, bahwa aku lahir lebih lambat dua puluh satu tahun darinya. Membuatku ragu bahwa dia jodohku, meski dia selalu memujiku di tempat tidur, menciumku dengan mesra kapan pun ia mau, dan membisikkan kalimat sensual yang mampu merontokkan segala sisi egois dan keras kepala yang kupunya. Aku mencintainya, sungguh. Aku tidak mempermasalahkan usianya yang nyaris kepala empat. Aku menerima dia apa adanya, bukan karena dia seorang kaya raya. Aku tidak meragukan statusnya sebagai seorang suami dan ayah bagi seseorang karena kutahu, seharusnya dia tidak perlu berada di posisi itu. Aku Cinta dia. Taehyung adalah milikku Tapi wanita itu terlalu serakah. Dia merebut segala yang hampir kuraih dan membuatku nyaris mati karena ditinggalkan. Jadi sudah sepantasnya 'kan aku merebutnya kembali? (Publish ulang karena kena report di akun lama)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Idol Shipper Syndrome
  • Mine I
  • Tears [M] ✓
  • UNLOGICAL THINGS ABOUT YOU ➳ TN✔
  • TEAR OF THE YEARS ✔️
  • With You
  • PARADIGMA
  • Dijodohin x KTH [Completed]
  • My you
  • You Never Know •  (TAENNIE)

Lisa: Si brengsek Memangnya kenapa kalau aku memanggilnya dengan sebutan itu? Gara-gara kesalahpahaman aku dicap sebagai 'patah hati nasional'. Mereka mengecapku sebagai gadis yang cintanya ditolak sementara dia? Dengan syndrome narsis tingkat parah mengamini kalau aku memang cinta mati padanya. Pasti ada yang salah dengan isi kepalanya. Jungkook: Sudah kukatakan berkali-kali. Aku sama sekali tidak tertarik padanya. Tapi, ke mana pun aku pergi, namanya selalu disebutkan. Terlebih lagi, ia sangat...sangat..sangat menyukaiku. Apa yang harus kulakukan? Jujur saja, aku sudah terlalu lelah dengannya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan