We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
RED RAIN

RED RAIN

  • WpView
    Reads 19,719
  • WpVote
    Votes 4,160
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 27, 2026
WpInfo
Non-Fiction
Semenjak pindah ke tempat ini, Erine kehilangan segala perasaan sakitnya. sementara Oline terus yakin, jika semua yang mereka lihat dan alami tidak lebih dari sekedar mimpi buruk. atau mungkin, dia yang menolak kebenaran hidup bahwa mereka nyatanya saling berbagi debaran di dalam lingkaran yang sama? "Seenggak bisa itukah, sampai harus in another life?" "Nggak ada harapan yang lebih memungkinkan selain itu, kan? maaf membuat kamu harus menekan dan mengubur perasaan itu. tunggu sedikit lagi hingga kita terbangun dari putaran mimpi panjang ini bersama" 📌 up hari kamis enjoy boss 📝 On Going
All Rights Reserved
#34
delynnjkt48
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • Crazy Guy Vs Sassy Girl ( ZEESHA )
  • Aralie, Maafkan Aku
  • RESONANCE | (JKT48 Gen 12)
  • teman tapi punya rasa (END)✅
  • takdir 7 bersaudara
  • only he is the one i want [ lilynn ]
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?

More details
WpActionLinkContent Guidelines