F.A.T.E
  • WpView
    Reads 94
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 2, 2024
Jika selama ini kamu tidak ada perasaan ingin menyerah, maka berbahagialah. Karena cerita ini akan membawamu bertemu dengan Dian yang hampir saja menyerah melanjutkan hidupnya. Hingga berani berucap untuk tidak menjadi manusia lagi dikehidupan selanjutnya. *** "Kalo ga suka ngobatin anjing saya bilang aja! Ajarin dokter kalian sopan santun, ya!" Ucap seorang wanita sambil menunjuk nunjuk petugas administrasi di depan meja administrasi sambil menggendong anjingnya yang nampak baik baik saja. Hari sial tidak ada ditanggalan manapun. Kemari setelah seharian bekerja, pulang dari klinik hujan hujanan dan macet, hari ini di bentak klien di ruang periksa saat ia mencoba berkonsentrasi dengan kepalanya yang pusing dan tenaganya yang mulai menipis. "Apa aku jadi kucing aja, ya?" Tanya hati kecil Dian. Saat kesempatan itu datang, apakah Dian akan mengambil kesempatan itu? Kesempatan ini tidak akan pernah datang dua kali, tapi apakah tidak ada penyesalan setelahnya? Pertanyaan itu tidak pernah terpikir sebelumnya oleh Dian. Meskipun pada akhirnya menyesal pernah berucap demikian, tapi menyerah bukan pilihan.
All Rights Reserved
#32
slight-humor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I'm More Than Just A Princess
  • INCANTO (Tamat)
  • Cleaning Service di Dunia Bangke (Progresi LitRPG)
  • Surat Untuk Andiny {TAMAT} ✓
  • Resital Sunyi (End)
  • ADRIAN THE OF OBSESSION
  • Villainess Illusion
  • Edgar Vaske
  • The Grim Reaper

[Completed] Seorang gadis wibu bangun di tubuh puteri yang terabaikan. Steffani Alina, seorang gadis biasa yang menyukai para lelaki dua dimensi buatan Jepang itu tidak tau apa yang tengah terjadi padanya. Ia meninggal dalam kecelakaan tabrak lari sepulang membeli 'kebutuhan' wibunya. Namun saat ia membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah kamar mewah bernuansakan emas dengan kombinasi warna putih. Namun entah kenapa meski terlihat megah, kamar itu nampak tidak terurus. "tempat apa ini?!" ucapnya seraya menoleh ke kanan dan kiri dengan panik. Ia segera beranjak dari kasur megah itu, hendak keluar dari kamar yang begitu asing baginya. Namun saat ia melewati cermin besar yang berada di dekat kasur, betapa terkejutnya ia saat melihat pantulan dirinya di cermin. "in-ini... ini bukan aku!" ucapnya terkejut seraya menyentuh wajah cantik itu. Rambut pirang berkilau bagai kain sutera yang terbuat dari emas, mata sebiru langit di siang hari, kontur wajah kecil sempurna, bibir ranum merah muda alami, hidung bangir dan bentuk tubuh ideal. Sungguh impian para kaum hawa. ---//--- Namun semua itu tidaklah berarti, setelah ia mendapat memori dari si pemilik tubuh yang asli. "Isandra... sedih sekali hidupmu. Kematian mereka bukan salahmu, makhluk itu juga bukan keinginanmu" lirihnya. Namun sekian detik kemudian, matanya berkilat tajam, "aku harus merubah semuanya" ucapnya geram. ---//--- "hei, apa yang kau lihat?" tanya pemuda bersurai seputih awan dan mata sebiru langit. "Go-Gojo..." "hah? apa itu Gojo?" tanya pemuda itu penasaran saat Isandra menatapnya tanpa berkedip, seolah tengah melihat keajaiban. ---//--- "ya, Yang Mulia?" ucap Isandra. "... kapan kau akan memanggilku 'ayah'?" tanya Galen blak-blakan. "ya! Kenapa hanya Evan yang kau panggil kakak? aku juga kakakmu tau!" seru Percy. Isandra nampak kebingungan dan terkejut di saat yang bersamaan, 'kenapa jadi begini?!' batinnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines