Story cover for RAVINSA  by Misaqilla
RAVINSA
  • WpView
    LECTURES 657
  • WpVote
    Votes 122
  • WpPart
    Chapitres 22
  • WpView
    LECTURES 657
  • WpVote
    Votes 122
  • WpPart
    Chapitres 22
En cours d'écriture, Publié initialement avr. 05, 2024
Tempat dimana seorang laki laki yang di cap berandalan, sekaligus anak dari pemilik sekolah tersebut singgah. 

Laki laki yang tidak pernah menaati peraturan di sekolah. Ia selalu menganggap bahwa dirinya bebas melakukan apapun tanpa khawatir  terkena DO. 

Dia akan memukul siswa yang tidak mau mengikuti kemauan nya. Namun, sifat dia bisa di luluhkan oleh seorang perempuan yang memiliki seribu kesabaran.

~~~~~

"Asa, suatu saat nanti kamu akan dapat yang kamu mau. Walaupun Ravin udah pergi, kamu tetap bisa bahagia bersama kita" 

Mau tau kelanjutannya? 
Ayo baca dan vote cerita ini, agar penulis rajin up cerita
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter RAVINSA à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
Cinta dalam Diam(End) cover
Kai-La cover
AZAM : Satu Langit Dua Doa  cover
Love In Silence cover
Hujan dalam Pandanganku cover
PENA ASMARA | TAMAT✅ cover
Dia Sahabat Kakakku (Tamat) cover
I'M BRAVE AND STRONGER THAN YOU cover
The Unwanted Marriage ⚠️🔞⚠️ [TAMAT] cover
Cahaya Rona Bianglala cover

Cinta dalam Diam(End)

16 chapitres En cours d'écriture

Sequel cerita Wattpad Khadijah dan senyum Khatan Khayla terlahir tanpa kemampuan berbicara, tetapi itu tidak membuatnya lemah. Dengan bahasa isyarat, ia belajar berkomunikasi dan mengekspresikan dirinya. Namun, tidak semua orang bisa menerimanya. Sejak kecil, ia kerap menghadapi ejekan dan perundungan, hingga hanya ada satu orang yang selalu berdiri di sisinya Rafi. Bagi Rafi, Khayla bukan sekadar sahabat. Ia adalah seseorang yang ingin selalu ia lindungi, meskipun perasaan yang tumbuh di hatinya tetap ia simpan rapat-rapat. Namun, semua berubah saat Bram, teman lama mereka, kembali di SMA. Kehadiran Bram membuat Rafi menyadari sesuatu yang selama ini ia abaikan-rasa cemburu yang perlahan menguasai hatinya. Di sisi lain, Khayla harus menghadapi Nadine, seorang gadis yang tidak menyukainya karena merasa Khayla menghalangi jalannya menuju Bram. Perundungan kembali menghantuinya, lebih parah dari sebelumnya. Tapi kali ini, Khayla tidak ingin hanya bergantung pada orang lain. Ia ingin melawan, ingin membuktikan bahwa meskipun ia tak bisa bersuara, bukan berarti ia tidak bisa didengar. Ketika kata-kata tak selalu bisa diucapkan, dapatkah cinta tetap tersampaikan? Atau justru akan terus terpendam dalam diam?