My 7th Life

My 7th Life

  • WpView
    Reads 206
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 4, 2024
Manusia hidup dalam siklus. Kehidupan kematian, kesedihan kebahagiaan, kemalangan kemujuran. Dengan itu, manusia hidup berkali-kali. Dengan jiwa yang sama, mereka lahir dan mati berkali-kali. Namaku Shuri. Ini hidupku yang ketujuh. Setiap kali aku ingin beristirahat, siklus itu membawaku lahir kembali. Namaku Shuri. Ini hidupku yang ketujuh. Apa yang kira-kira belum selesai, apa yang begitu sulit digapai, sehingga dunia menahanku untuk berdamai?
All Rights Reserved
#2
careerclass
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • (On Hiatus!) Reincarnated as A Useless Duke's Eldest Son
  • in ROOM
  • Our Queen : Memento Mori (II)
  • Kang Nyamar
  • My Hero Academia: Male reader
  • Visual Penggerak Pena [Kumcer]
  • Whispers of Tiraswana : Origins Awakened
  • Time Loop
  • The Moon and Her Love Story [END]

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines