AlAVAN

AlAVAN

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 5, 2024
Lamunan Gadis itu pecah. Stlh mengingat kejadian 1 tahun yg lalu. "Memang ya. Cinta beda agam, itu hanya akan dipisahkan oleh kematian" ucap Gadis itu tersenyum hambar menatap bintang dan rembulan malam yg bersinar sangat indah "kayak gue sm deren" smbngnya "Tuhan gue Allah, lo para dewa" lirihnya tersenyum getir "stlh ini ..... Bolehkan, gue jatuh cinta lagi?" ***** "Keinginan lo ap sih?" tanya gadis itu menatap lelaki dihadapannya lelaki itu menggenggam tangan gadis cantik dihadapanya dan menatap lekat wajah cantik itu. "Jandiin lo ratu setelah bunda" ucapnya tersenyum tulus tersirat dimatanya ketulusan yg begitu dalam ***** "Bahu gue siap menahan sandaran lo. Tangan gue selalu terbuka saat lo pengen peluk. Tubuh gue siap, Lo peluk se-erat mungkin, dan dada bidang gue siap menampung air mata lo. Ketika lo nangis sambil menenggelamkan wajah Lo di dada bidang gue saat di pelukan gue" ucapnya tulus ***** "Gue boleh minta sesuatu ga" tanya lelaki itu "Apa" "Janji bakal penuhin" tanyanya lgi "Iya janji, apapun itu" "Jangan nangis apalagi pergi ya, gue ga bisa, dunia gue hancur" pintanya sangat dan menggenggam tangan gadis itu
All Rights Reserved
#460
cintabedaagama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Chance Of Love | 2 ✔
  • Aku Adalah Lukamu
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • (menuju) Jodoh Halalku [TAMAT]
  • Because I'm Stupid (End)
  • Raina Maramitha
  • RadenRatih
  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines