Pecahan Cermin Batin

Pecahan Cermin Batin

  • WpView
    LECTURAS 65
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, abr 12, 2024
"Tiara, Mbakmu itu udah pinter, cantik, karirnya bagus, sikapnya baik banget, ke adiknya juga loyal. aku penasaran apa ya kira-kira ujiannya Mbak Rania?" Celetuk Zahra, teman Tiara. "Jodoh, itu ujiannya Mbakku." Jawab Tiara dengan mantap. *** Ini tentang perjalanan Rania, seorang wanita yang menghadapi pertarungan batin yang melanda. Mengagumi seorang pria yang lama dikaguminya, Rania memimpikan hubungan yang sejati. Namun, ketidakberdayaan dirinya, yang tumbuh dari luka masa lalunya, menjadi penghalang besar dalam perjalanannya. ***
Todos los derechos reservados
#10
bentangpustaka
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • EPIPHANY
  • AKU DAN KAMU CINTA ♡
  • Taaruf | Rian Ardianto
  • SYAKA & ZAHRA | PERJODOHAN
  • Sebening Cinta
  • SENJA UNTUK ALESHA
  • Raina Maramitha
  • COMPLICATED
  • Our Path Diffrent
  • Senja, Mengapa Kau Begitu Indah?
EPIPHANY

Rania berada di ambang kebingungan. Antara memilih Elang atau 'dia' yang sebelumnya pernah ada di hatinya. Hubungan yang awalnya berjalan baik-baik saja, perlahan retak di saat Rania mencoba untuk pergi tanpa melukai. Namun, Rania melupakan satu hal yang pernah Elang katakan. Perihal laki-laki cuek itu yang tak suka dibohongi, dikhianati, dan dipermainkan hatinya. Bahkan dia juga melupakan beberapa hal penting lainnya. Perihal bahwa dirinya adalah salah satu kesukaan Elang akhir-akhir ini. Di titik ini, Rania mencoba untuk menyatukan dua hal tersebut sekaligus. Bisakah dirinya pergi tanpa melukai? Atau bahkan Elang sendiri yang akan mundur setelah mengetahui siapa laki-laki yang sempat singgah di hati gadis manis yang disukainya? * * * "Maaf, Elang. Di sini aku mau kamu paham bahwa yang selalu ada, tak menjamin akan menjadi peran utama. Karena bagiku, kamu hanyalah peran pengganti yang kebetulan bersedia untuk menyembuhkan luka yang pernah diciptakan olehnya." Benarkah hubungan keduanya kandas sampai di sini? * * * Salam sayang, Nur Azizah

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido