Serpihan Pohon Cinta {On  Going}

Serpihan Pohon Cinta {On Going}

  • WpView
    Reads 131
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 21, 2024
"Kamu, mau kan menikah dengan saya?" "Kita sepupuan, mas," "Sepupu itu bukan mahram, Ra," "Aku gak pantes bersanding sama mas, aku fakir ilmu agama," "Saya menikahi kamu itu, untuk membimbing kamu, Ra," "Tapi, aku mau lanjut kuliah diluar kota," "Kita kuliah disana sama-sama," "Aku gak bisa mengerjakan pekerjaan rumah," "Kamu bukan pembantu, Ra. Kamu ratu, ratu gak perlu mengerjakan pekerjaan rumah," "Tapi_" "Tapi? Apa lagi, Ra?" "Tapi, aku menyukai orang lain," "...." . . . . . . Penasaran? Mau tahu kelanjutannya? Yuk baca! Diharapkan follow dulu sebelum baca🙏🏻 Masukin perpus yaa, biar kalo ana update ada notifikasinya! Jangan lupa vote! Ana butuh vote kalian soalnya (⁠。⁠♡⁠‿⁠♡⁠。⁠)💅🏻 Jangan lupa komen juga ya! Biar ana makin semangat nulisnya!🙌🏻 Follow Instagramnya juga yaa: @coba.cobanulis @cantika.r.s Btw ada yang mau masuk saluran hijrah di WhatsApp? Yang mau masuk DM ana ya!!
All Rights Reserved
#14
kagum
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antariksa yang kelabu
  • Rara & Reyhan (End)
  • ARGA [TAMAT]
  • My Sweet Polar Husband [End]
  • mr.bean Ibrahim  End|
  • Darrel My Bad Husband [Terbit]
  • 180° [END]
  • Diam Tak Bisu (END)
  • You're My Alhamdulillah
  • Akhir Kisah [SELESAI]

Sebelum di baca di follow dulu ya👌 Biar kalo ada pembaruan dari cerita kalian dapat notifnya😊 'Aku bingung dengan hatiku, kenapa ia membiarkan rasa tumbuh dengan begitu mudah, Padahal jangankan cahaya, jantungku bahkan menolak angin untuk menemuinya Lalu kenapa hati dengan mudah menerima rasa! Padahal ia sendiri tahu suatu hari nanti rasa itu hanya akan memberi luka pada rasa yang lain😔' (Hidayatul cahya purnama) 'lalu apa yang harus aku lakukan, bahkan sekarang hatiku bimbang memilih dua rasa yang hinggap di hatiku, apa aku egois jika aku mencintai keduanya' (Gema Wirawan) 'Jika aku bisa memberikan nyawaku untuknya, kenapa tidak dengan rasa' ( Khairunissa kejora) Penasaran yah langsung aja di baca😊😊 Jangan lupa di follow man teman sebelum di baca okay👌

More details
WpActionLinkContent Guidelines