A tale from the battlefield

A tale from the battlefield

  • WpView
    Reads 271
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 21, 2026
WpInfo
Fiction
Historical
19th Century
War and Military
Romance
"Semaju apapun zaman, perang tetap sama" Kisah ini tentang mereka yang terjebak dalam api peperangan, membuat mereka harus kehilangan saudara, orangtua, kekasih, sahabat, rekan seperjuangan dan kebebasan mereka, tanpa di beri waktu untuk mengucapkan selamat tinggal pada mereka yang pergi. Tapi mereka harus terus berjalan maju karena waktu terus berjalan meski mereka di hantam badai kesedihan sekalipun. # # # # # # # # # # CERITA INI HANYA FIKSI, JIKA ADA KESAMAAN NAMA TOKOH, TEMPAT, DAN LATAR. ITU SEMUA UNTUK KEPERLUAN CERITA
All Rights Reserved
#61
jerman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kilometer Cinta [Complete] ✔️
  • Hasein [SELESAI]
  • Romansa Mayor [ TERBIT ]
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Dua Sahabat Mengejar Cinta { END }
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Largest Caliber
  • Asmaraloka Sang Letnan [END]

⚠️Warning! Baper detected⚠️ Romance-religi Dukung saya dengan cara follow dan rekomendasiin cerita ini ke teman-teman wattpad kamu. Terima kasih. 💙 Prolog : Siapa pun pasti pernah mengalami kecewa. Entah itu perpisahan atau pertemuan yang disesali. Namun, manusia memang hidup dengan segala cobaan yang harus dijalani. Seperti halnya yang dialami Muhammad Al Fatih. Seorang pilot muda dengan pangkat senior first officer ini tengah mengejar perempuan bercadar hanya karena sorot matanya. Salwa Miftahul Jannah, itulah nama dari perempuan yang berhasil menarik perhatian Fatih dalam satu kali pertemuan tak sengaja di depan toilet pesawat. Ia selalu menghindari Fatih bahkan tidak merespon segala usaha Fatih yang mendekatinya. Lalu takdir kembali mempertemukan mereka di Tugu Kilometer Nol, Aceh. "Kamu yang waktu itu di pesawat, 'kan?" tanya Fatih dengan lantang. "Iya," jawab Salwa pendek. Kepalanya menunduk dan melirik pada kedua orang tuanya yang memperhatikan mereka berdua sejak beberapa detik lalu. "Itu orang tua kamu?" tanya Fatih lagi setelah mengikuti arah ekor mata Salwa. "Kenapa?" Tiba-tiba desiran halus menyeruak di dalam rongga dada Salwa. "Boleh saya menemui mereka?" "Untuk?" "Meminta izin bertaaruf dengan kamu." Penasaran dengan kelanjutan kisah mereka? Yuk baca cerita Kilometer Cinta dan jangan lupa masukkan dalam reading list kamu. Happy reading, pembaca baru Fat_Wa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines