Surga di Sudut Kota

Surga di Sudut Kota

  • WpView
    Reads 152
  • WpVote
    Votes 129
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 9, 2024
"Assalamualaikum" ucap Salma pelan membangunkan Tian yang sedang beristirahat. "Waalaikumsalam" jawab Tian membuka matanya setelah mendengar suara Salma. "Kenapa kamu tidak menatapku" Tanya Tian pelan. "Apakah sebegitu bencinya kamu padaku" tambahnya bertanya. "Aku tidak bisa melakukan itu, karena itu adalah hak Tuhanku. Aku hanya berusaha menjalani takdirku" jawab Salma pelan dan tetap tunduk tanpa menatap Tian. Tian tersenyum mendengar perkataan dan jawaban Salma yang begitu menusuknya. "Aku juga sedang menjalani takdirku sesuai ketetapan Tuhanku" jawab Tian sambil tersenyum. "Salah satu takdirku adalah mencintai pilihan Tuhan untukku tanpa harus ku miiliki" tambah Tian menatap langit-langit ruangan itu. Salma tetap diam dan tertunduk mendengar perkataan Tian. "Maafkan aku Salma, aku tidak bisa menepati janjiku untuk menikahimu sebagai penyempurna ibadahku" ucap Tian menatap Salma. Salmapun langsung mengangkat kepalanya dan menatap Tian yang sedang menatapnya. "Aku tidak bisa egois memaksakan kehendakku setelah itu meninggalkanmu selamanya" ucap Tian menahan kesedihanya. "Cukup aku hanya mencintaimu tanpa memilikimu, karena bukan cinta yang memilihmu tapi Allah yang memilihmu untuk ku cintai tanpa memiliki" tambah Tian dengan lembut menatap Salma yang diam menatapnya.
All Rights Reserved
#2
sudutkota
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BENCI- Benar Benar Cinta
  • C I N (T) A (COMPLETE)
  • ALA
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Tembok Yang Sangat Tinggi. (On Going)
  • Another Word To Say I'm Fine (BL||SingtoKrist) [SELESAI]
  • A high wall for us

bagai mana jadinya dua orang remaja di jebak oleh orang tua mereka sendiri dan di nikah kan secara mendadak! apa mereka bisa menolak atau tidak? dan apa yang akan mereka lakukan? "ini pasti akal akalan Lo kan Van, Lo kalo mau nikah sama gue ngomong Van ngomong." jerit Zeva menatap Zevan sebal, "heh Kunti bogel, Lo nggak liat ini kamar siapa?, berarti Lo yang Dateng ke sini kan, ngaku Lo, Lo mau modus kan tidur sambil di peluk gue, ngaku Lo." tuding Zevan tak mau kalah, sudah tidak heran jika keduanya sering adu mulut bahkan adu otot sekali pun. "arrgh, gue nggak mau nikah sama Lo Zevan, bisa cepet tua gue kalo harus tiap hari tiap menit liat muka Lo," ucap Zeva masih belum mau menikah dengan Zevan, apalagi dengan fitnah yang tak masuk akal. bagai mana bisa yang tadinya jelas jelas Zeva ingat dia tidur di kamar nya malah bangun bangun sudah di kamar Zevan tidur satu ranjang berpelukan pula lagi, dan lebih sial nya orang tua mereka sudah duduk manis di sopa menyaksikan mereka berdua tidur. menurut Zeva ini sangat aneh dan mustahil , masa iya dia berjalan sampai ke kamar Zevan kan tidak mungkin! "heh, yang ada gue kena darah tinggi harus hidup satu atap sama bocah tengil, bocah cengeng kayak Lo, manja pula lagi." ketus Zevan, keduanya bertatapan nyalang sama sama tidak mau mengalah dan tidak mau di salahkan, lagi pula yang seharusnya di salahkan kedua orang tua mereka kan?hehehe.

More details
WpActionLinkContent Guidelines