Middi

Middi

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 7, 2024
"Middi" mengambang dalam aliran yang menggelora namun tak tersentuh, mempersembahkan gambaran yang samar akan kehidupan seseorang yang terjebak di tengah-tengah kedangkalan dan kerumitan. Dalam panorama kelas menengah yang berjalan lambat, tokoh utama merangkak melalui lorong-lorong kehidupan yang gelap, tiap langkahnya terasa terhempas oleh beban yang tak terlihat namun terasa begitu nyata. Di antara gemuruh keramaian, tersembunyi rahasia-rahasia yang terpendam, menunggu untuk diungkapkan oleh mata yang cermat. Dalam sunyi yang menghanyutkan, "Middi" mempersembahkan pesan-pesan tersirat tentang perjalanan jiwa seseorang yang terperangkap dalam alur monoton kehidupan di tengah-tengah dunia yang terus bergerak, sebuah refleksi tentang pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawab dan impian-impian yang belum tergapai. Dalam irama yang melankolis namun menggetarkan, "Middi" mengajak kalian untuk menyelami kedalaman hati yang tersembunyi di balik tirai-tirai kehampaan dan kebingungan, di mana misteri-misteri kehidupan bersemi dan merambat seperti tanaman liar di kegelapan malam.
All Rights Reserved
#9
ceritaacak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Midnight Rules (HARQEEL AU)
  • UJIAN
  • Kaca yang retak
  • 𝐎𝐀𝐒𝐈𝐒 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐈𝐊𝐈𝐒?
  • 74/366
  • ROMANSA CINTA DI BAWAH TIANG BENDERA
  • Hujan Ingatan - Negeri Hujan Ingatan
  • DI HARI KELULUSAN
  • Tinggal Dalam Matahari (Part 1-200)
  • REKSA: The Last Bell

Ada bangunan tua di ujung Lerangjati. Berdiri sendirian, dikelilingi ladang ilalang dan hutan yang terlalu sunyi untuk sebuah siang hari. Warga desa menyebutnya "Sekolah Tengah Ladang"-tempat yang dulunya mansion milik keluarga terpandang, kini menjadi sekolah menengah pertama yang terpencil dan nyaris terlupakan. Tak ada yang benar-benar tahu sejarah lengkap bangunan itu. Yang orang-orang ingat hanyalah bisik-bisik samar: kabar tentang malam yang berubah menjadi kelam, tentang suara tembakan yang membelah sunyi, dan tentang darah yang pernah membasahi lantai marmernya. Tapi itu sudah puluhan tahun lalu. Kini tempat itu tampak seperti sekolah biasa, meski terlalu besar untuk jumlah murid yang sedikit. Dindingnya masih berdiri kokoh, meskipun waktu dan cuaca telah menggerogoti warna-warnanya. Jendela-jendelanya tinggi dan sepi. Pohon oak tua di belakang gedung masih tegak seperti dulu-menjulang, menyimpan sesuatu yang tak pernah bisa benar-benar mati. Dan suatu hari, seorang guru baru datang ke sana. Namanya Aqeela. Ia tidak tahu bahwa langkah kakinya menuju sekolah itu adalah awal dari sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar tugas mengajar. Ia tidak tahu bahwa masa lalunya tidak benar-benar terkubur. Bahwa ada jiwa yang masih menunggu dalam diam. Bahwa ada mata yang telah lama mengamati... dan tak pernah benar-benar pergi. Karena tidak semua yang hilang... bisa dilupakan. Dan tidak semua yang mati... bisa dilupakan. [Genre : Horror, Thriller, Mystery, Dark Romance. Genre lain? Akan di add sesuai alur cerita]

More details
WpActionLinkContent Guidelines