FOLLOW SEBELUM BACA‼️
Di tengah kejayaan empat kerajaan besar Nusantara, Pagaruyung, Kutai, Sriwijaya, dan Majapahit lahirlah sebuah kisah cinta yang ditakdirkan membawa harapan sekaligus kehancuran.
Putri Lenggana, sang pewaris Kerajaan Pagaruyung yang dikenal bijaksana dan berani, bertemu dengan Pangeran Aji Pranawa dari Kerajaan Kutai yang saat itu sedang melalukan kunjungan diplomatik antara kedua kerajaan. Pertemuan yang awalnya sederhana berubah menjadi ikatan cinta yang mendalam. Namun hubungan mereka ditentang oleh perbedaan adat, kepentingan politik, dan jarak yang memisahkan kedua kerajaan.
Ketika darah mulai membasahi tanah Nusantara dan ribuan nyawa melayang akibat perang, Lenggana dan Aji harus memilih antara cinta atau kewajiban mereka sebagai pewaris kerajaan. Namun semakin mereka berusaha melawan nasib, semakin besar pula tragedi yang menghampiri.
Perjalanan mereka membawa mereka menuju Pulau Niskala, tempat yang menyimpan Mahkota Langit, sebuah peninggalan kuno yang diyakini mampu menentukan masa depan dunia. Di sanalah terungkap bahwa bukan ramalan atau takdir yang menciptakan kehancuran, melainkan ketakutan, keserakahan, dan pilihan manusia itu sendiri.
Di tengah pertempuran terakhir yang menentukan nasib empat kerajaan, cinta mereka harus membayar harga yang paling mahal. Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, Putri Lenggana mengucapkan sebuah kutukan yang lahir dari cinta dan kesedihan:
"Di kehidupan berikutnya, kau akan hidup mencintaiku, dan aku tidak akan pernah menjadi milikmu."
Sejak saat itu, legenda tentang dua jiwa yang saling mencintai namun selalu dipisahkan oleh takdir terus hidup dari generasi ke generasi.
All Rights Reserved