LAUT KARAM

LAUT KARAM

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 24, 2024
Pada awalnya Askara selalu berfikir, untuk apa dirinya hidup? Terlahir sebagai pemuda yang tuli serta bisu, membuat dirinya sangat sulit untuk bersosialisasi. Hanya kedua saudaranyalah yang menjadi temannya, yaitu Harsa dan wynona yang selalu menjadi tempatnya bersandar. Hingga suatu hari di tengah kejenuhannya itu ia bertemu dengan dia insan yang kedepannya akan mewarnai hidupnya yang monochrome. Inilah laut karam, suatu cerita berujung yang akan berfokus kepada Askara mahandra nabastala, sesosok pemuda tuli serta bisu yang mengagumi laut, monochrome memang hidupnya, hingga suatu hari munculah dua insan yang akan mewarnai hari harinya. akan tetapi tentu saja di dalam kehidupan ini selalu memiliki lubang yang menimbulkan cacat, sama halnya dengan Askara yang akan menghadapi lubang besar tersebut. Di temani dengan dua temannya, yaitu Dipta Mahameru dan juga Riyan Adiwijaya, pada dasarnya tidak ada yang bisa memisahkan mereka, bahkan jika itu maut sekalipun.
All Rights Reserved
#62
aksara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GROUNDING || Jake Shim
  • No Time To Die
  • Dear Aksa
  • Aseano Samudra [End]
  • Mirror【ꪜ 】
  • Transmigrated as twins
  • ARAKHA

[[ angst, sicklit, brothership ]] Setiap frasa punya cerita. Bagi Askara, tanah dan langitlah yang menampung ceritanya. Begitu kedua kakinya menapak ─merasakan beceknya sisa air hujan di atas rerumputan, itulah saat ia membagi keluhnya. Kepalanya yang mendongak ─mempersilahkan gerimis membasuh wajah piasnya, adalah waktu pembuka dimana Askara meruntut awal mula. Bersenggama dengan sedikit semburat jingga yang kalah bertarung di ujung cakrawala. "Ayah bilang namanya Grounding," tutur Askara. Pemuda dengan balutan hoodie hitam itu tersenyum tipis. Menarik garis-garis di atas bibirnya yang kering. "Satria.. Kalo suatu hari elo butuh Grounding, gue janji gue bakal ada buat lo. Cuma bedanya gue ada di atas, tadahin muka lo kayak gini aja." Sore itu.. kala tanah dan langit berkompromi untuk menadah sejenak energi negatif yang mereka berdua hantarkan, entah mengapa Satria merasa Askara tak lagi ingin bertahan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines