We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
You Are Still The Winner

You Are Still The Winner

  • WpView
    Reads 233
  • WpVote
    Votes 140
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 28, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Jarak yang memisahkan kita dan waktu yang akan mempertemukan kita kembali. Kita di pertemukan oleh waktu namun kita juga harus berpisah karena jarak, tapi jarak itu bukan sebuah masalah besar dalam hubungan, kita hanya perlu saling mempercayai satu sama lain dan juga percaya akan takdir, jika dia di takdir kan untuk ku maka sejauh apapun jarak memisahkan kita berdua, pasti akan bertemu kembali. Hati ini... masih untukmu, karena kamu tetap pemenangnya. ___________________________________________________ "Ini buat kamu." ucap seorang anak laki-laki "Ini beneran buat aku?." ucap nya dengan wajah berbinar. "Iya, itu buat kamu sebagai tanda pertemanan kita."ucapnya sambil tersenyum. "Makasih ya aku bakalan jaga pemberian dari kamu." Dia masih ingat,itu pembicaraan terakhir sebelum pergi meninggalkannya...
All Rights Reserved
#28
jarakdanwaktu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • Silent Scars | Orine
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Kamu Milikku
  • AKHIR SEBUAH PENANTIAN
  • STILL IM SURE WE LOVE AGAIN
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?

More details
WpActionLinkContent Guidelines