KALIXANTERO &  STEP SISTER

KALIXANTERO & STEP SISTER

  • WpView
    Reads 1,877
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Nov 9, 2024
🔞 ✍🏻 DONT COPY MY STORY!!! BIKIN CERITA SUSAH SWEETY, HARUS MIKIR SAMPE UJUNG KE UJUNG HEHE HAPPY READING, I HOPE YOU GUYS ENJOY YA!!! ><><><><><><><><><><><><><><><><><><>< "Don't ever come into my fucking life, Serena" Dia menatap lurus wanita dengan dress merah ketat pendek yang hanya menutupi sedikit belahan dada dan paha nya. Serena memiringkan kepalanya sambil menyeringai, menantang kakak tirinya. "Why? Tell me, Kalix" "Fuck" umpatnya saat melihat tatapan tanpa takut yang Serena perlihatkan padanya. Tangannya terangkat menyentuh tatto kupu-kupu yang berada di dada perempuan itu dan mengusapnya pelan. Kalix mendekatkan bibirnya ke telinga Serena, mengecup telinga wanita itu dengan sensual. "When you come, there will be no way out"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Bully My Obsession (GxG)(Season 1)
  • KAIREL [END]
  • Stolen Your Heart
  • EDELINE [END] [TELAH TERBIT]
  • DEVIL LIKE AN ANGEL
  • Limerence : Redemption
  • TOXIC Relationship

Celine adalah sosok yang paling ditakuti di kampus-cantik, berprestasi, dan tak tersentuh. Tapi di balik semua itu, dia juga dikenal sebagai seorang bully yang selalu menargetkan mahasiswa pendiam dan kutu buku. Sera, mahasiswa tahun pertama yang tertutup, menjadi korban favoritnya. Berkacamata tebal, rambut selalu dicepol, dan lebih nyaman dengan buku dibandingkan manusia. Celine dan gengnya sering menjadikan Sera sebagai bahan ejekan, menarik rambutnya, menyembunyikan kacamatanya, atau sekadar membuat harinya sial. Tapi suatu hari, semuanya berubah. Saat Celine tanpa sengaja melihat Sera tanpa kacamata dan cepolannya, ada sesuatu yang mengusik dirinya. Bully yang ia lakukan tetap berlanjut, tapi semakin aneh-sentuhan yang lebih lama, tatapan yang tak bisa dijelaskan, dan bisikan yang terdengar seperti ancaman, tapi terasa berbeda. Sera membenci Celine. Tapi kenapa tatapan itu... malah membuatnya bingung? Di antara kebencian, ketakutan, dan rasa yang tidak seharusnya ada, keduanya terjebak dalam permainan yang semakin sulit dihentikan. Apakah Sera hanya korban, atau Celine sebenarnya yang lebih terikat dalam obsesi ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines