ALTSCHMERZ

ALTSCHMERZ

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 28, 2025
"Lelaki mana lagi yang harus kupercayai?" - Kiara Belva Raharja °°° Semesta mempermainkannya dengan atma yang fana. Sakitnya dikhianati, diberi luka yang membuat luka lama kembali menganga, dibuat semakin trauma hingga pada akhirnya kembali kecewa. Tak ada yang bisa diharapkan dari manusia-manusia fana dan nyatanya tak semua hasil mengkhianati usaha. Setiap usaha pasti ada hasilnya. Entah itu hasil baik maupun buruk. Itu semua diluar kendali kita. Namaku Kiara Belva Raharja, sosok gadis yang terbilang cantik berlaku dingin, kejam dan arogan. Selalu berbuat sesukanya tanpa adanya belas kasihan. Siapa sangka gadis yang ditakuti oleh seantero sekolah memiliki luka membuatnya memiliki trauma yang cukup mendalam. WAJIB FOLLOW SEBELUM MEMBACA‼️ NO PLAGIAT‼️
All Rights Reserved
#512
kepercayaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LET IT BE  [ 'Cause She Was Tired.]
  • About Keyra [END]
  • SANA
  • KIARA [End]
  • Aku, Kamu dan Luka [SELESAI]
  • Separuh Ragaku [On Going]
  • Favorite Wound
  • Luka & Lara (Completed)
  • I'm Keysa
  • VAREN: Imperfect Husband

[ FOLLOW SEBELUM BACA 💖 ] Cobalah untuk menyelam lebih dalam:) mungkin di awal membosankan namun akan ada sesuatu yang akan membuat kalian menikmati cerita ini. " Jangan menilai seseorang dari luarnya saja. Kalau kamu gak tahu apapun. " ~~ " Aku sudah tak peduli orang lain mau membenciku. Aku tak peduli lagi gimana orang memandang aku dengan segala keburukan. " ~~ " Biarlah. Biarlah orang mau berkata apa tentangku. Aku tak akan mau lagi membuang tenaga ku untuk mereka yang tak paham. " ~~ • • • Kiara Abigail Syam. Seorang gadis 16 tahun yang tumbuh dengan lukanya. Tak ada yang pernah tahu bagaimana kondisi dirinya kecuali dirinya sendiri dan Tuhannya. Terkadang ia benci dengan dirinya sendiri yang lemah tak mampu mengungkapkan apa yang dia rasakan secara baik. Ya, mentalnya tak baik-baik saja sejak kecil. Ia dihadapkan ujian yang berat untuk anak seumur 9 tahun itu waktu kecil. Melihat pertengkaran orang tuanya dengan kekerasan yang tak seharusnya diterima anak sekecil Ara. Ini bukan kisah seorang gadis yang mengejar popularitas dan eksistensi di dunia disaat anak remaja yang lain menghabiskan masa mudanya dengan indah. Yang minta ini itu ke orangtuanya. Bukan tentang seorang gadis yang selalu menjadi kebanggaan orang tua dan orang-orang disekitarnya. Bukan juga tentang belas kasihan orang lain, karena nyatanya yang ia dapatkan adalah cacian. Ia dianggap gila. Ia sudah berusaha untuk menghilangkan trauma. Namun, orang lain tak pernah melihat dan menghargainya. Biarlah. Ia sudah muak. Ia tak akan lagi mau bersusah payah menyenangkan orang lain. Ia tak peduli.

More details
WpActionLinkContent Guidelines