We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Time Is Over

Time Is Over

  • WpView
    Reads 305
  • WpVote
    Votes 115
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 14, 2024
WpInfo
Fiction
Mystery
Airy hanya ingin sembuh dari trauma yang menghantui pikirannya, tetapi setiap langkah yang diambil menuju penyembuhan terasa seperti mendaki gunung yang terjal. Megalophobia-ketakutannya terhadap bangunan besar-hanya sebagian dari tantangan yang harus dia hadapi. Potty House, tempat yang dulunya terasa familiar, kini berubah menjadi pusat ketakutan baru. Pertemuan dengan orang-orang baru (yang seharusnya sudah dia kenali dengan baik) semakin membingungkan perasaannya. Amnesia yang berujung Dejavu? Di balik dinding-dinding bangunan angker itu, tersembunyi rahasia kelam yang lebih mengerikan daripada yang pernah dibayangkan Airy. Sesuatu yang bukan hanya menguji keberaniannya, tetapi juga kewarasannya. Dia kini berada di tengah misteri yang tak hanya membayangi pikirannya, namun juga membawanya pada realitas yang menyeramkan dan tak terduga. Hanya satu yang harus dia ingat : 'Jangan melanggar tulisan terakhir '
All Rights Reserved
#20
fobia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENGUMPAT !
  • Midnight Rules (HARQEEL AU)
  • HIDDEN [Dark Series IV] [End]
  • Jejak Tanpa Bayangan
  • Bimasakti - Dark Beggining Of All
  • THE ANGVILS [ON GOING]
  • Escape - On Going
  • Obliviora
  • WHISPERS IN THE DARK
  • IN ANOTHER LIFE (ON GOING)

Perempuan introvert ini mulai membuka diri, mulai bermain media sosial, lalu keanehan demi keanehan dalam dirinya mulai terjadi yang sekaligus menjadi penghubung antara masa lalu dan teman-temannya. "Aku berencana mengirimkan DVR ini bersama dengan seprei yang dipakai ketika malam pertama kami menikah. Barangkali terdengar konyol, tapi seprei ini ada noda bekas darah selaput perawanku, iya ini salah satu kenangan yang masih tersimpan rapih di kotak penyimpanan kamar tidur kami. Aku titipkan seprei ini kepadamu Eya. Jika nanti anak perempuanku sudah remaja tolong berikan kepadanya sehingga nanti dia bisa menjaga mahkota hanya untuk suaminya." Eya sering kali mengumpat dari rasa takut dan trauma yang sekaligus menjadi bentuk luapan dendam amarahnya. Segala hal mengenai kematian merangsek berubah menjadi obsesi. Kengerian-kengerian mulai mewujud dalam pikiran, seakan membabibutakan kesadaran, di antara nyata atau imaji hanya ada mati. Cattleya Kirana Dewi, adalah mimpi buruk bagi pikiran dan imajinya. Saat ajal mulai melingkari leher, mereka memohon kematian kepadanya, sedangkan kematian baginya hanyalah sebuah jembatan untuk menuju keabadian. Mengumpat di dalam kematian tidak lagi tabu bagi mereka yang menuju mati dalam umpatan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines