MENEPI UNTUK SEJENAK

MENEPI UNTUK SEJENAK

  • WpView
    Reads 4,633
  • WpVote
    Votes 606
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 26, 2026
Ryan dan Kory tidak pernah belajar cara bernapas sendirian, sampai orang dewasa memaksa mereka mencobanya. Di usia empat tahun, semesta mereka hanyalah selimut hangat yang mereka bagi berdua. Tempat di mana tawa adalah bahasa pertama dan satu-satunya yang mereka pahami, dan setiap mimpi selalu memiliki dua pemeran utama. Dunia mereka sekecil kamar tidur, tapi selengkap surga. Lalu, logika orang dewasa datang merusak segalanya. Mereka membawa kata-kata tajam yang dibungkus dengan nada tenang 'perceraian,' 'hak asuh,' dan kebohongan paling menyakitkan-'untuk sementara.' Ryan dipisahkan. Kory ditinggalkan. Dan untuk pertama kalinya, mereka terbangun tanpa bayangan yang sama di sisi tempat tidur. Tak ada cara yang lembut untuk merobek dua jiwa yang lahir bersama. Tak ada waktu yang cukup untuk menjelaskan pada anak kecil, bahwa kehilangan bisa datang dalam bentuk seseorang yang masih hidup-tapi tak bisa kau peluk lagi. "Menepi untuk sejenak," kata mereka. Tapi bagi dua anak kembar yang pernah saling mengenal bahkan sebelum dunia mengenal mereka- "sejenak" adalah luka yang tidak pernah sembuh. setiap detik bukan lagi waktu, itu adalah detak jantung yang terasa asing di dada yang sepi. © 𝘛𝘰𝘣𝘰𝘵 𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬 𝘈𝘯𝘪𝘺𝘰𝘶𝘯𝘨𝘵𝘰𝘺𝘴
All Rights Reserved
#33
home
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cupiditas Vitae
  • Simpanan No, Istri Sah Yes. (ongoing)
  • The King & The Doctor
  • Mark Lee's Baby & Babysitter (END.)
  • We Find Love
  • TETANGGA POOHPAVEL ⚠️[21+]⚠️
  • Boodschap
  • Bunda Managerku
  • I Want to Live
  • Second

Rio hanya ingin hidup tanpa memperdulikan penolakan yang selalu mengikuti langkahnya. Harusnya ia sudah mati. Entah akhirnya akan tenang atau malah terjebak di dimensi yang lebih mengerikan daripada hidupnya sekarang. Tapi dia kembali membuka mata. Di satu tahun paling menyiksa dalam hidupnya. Rio bersyukur. Dia masih punya kesempatan untuk lari dan hidup. Hidup dioper dan dieksploitasi adalah bagian hidupnya. Sampai suatu ketika teman ayahnya membuka tangan dengan lebar, merangkulnya. Rio tidak ingin muluk-muluk. Ia hanya ingin bertahan hidup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines