Remaining

Remaining

  • WpView
    Reads 2,487
  • WpVote
    Votes 321
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 30, 2026
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Judul : Remaining First chapter : 22/07/2026 Di balik gerbang sederhana rumah keluarga Kim, tumbuh dua anak perempuan bernama Jennie dan Jisoo. Kim Jong-suk, ayah mereka, adalah direktur utama perusahaan besar crown grup. Ia dikenal sebagai sosok tegas namun selalu menempatkan keluarga sebagai prioritasnya. sang istri, Lee Yoona, yang tengah mengandung, merupakan wanita lembut dan penyayang yang menjadi pusat kehangatan di rumah keluarga Kim. Rumah itu selalu dipenuhi canda tawa selalu riuh, namun kini hanya hidup dalam ingatan yang perlahan menghilang. Kejadian tragis merebut kebahagiaan mereka dalam sekejap, meninggalkan kenangan dan rasa trauma yang mendalam Bisakah mereka bangkit dari kesedihan tersebut, ataukah mereka akan pergi menyusul orang-orang yang mereka sayangi?
All Rights Reserved
#23
blackpink
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan Babysitter, Bung
  • XAVIER : The Silent Guardian
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor! (Hiatus)
  • Stuck Between The Pags
  • Bukan Sembarang Figuran
  • THE DUCHESS OF LANCASTER : A Tale of Two Lives (END/COMPLETED)
  • GAIRAH MENANTU BERSERAGAM
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • AVISENA

"Aku ingin kau menjaga putraku... dan teman-temannya." Naraska mengernyit. Kata-kata itu terasa janggal di telinganya. Di seberang meja kerja, Rajendra C. Lysander duduk tegak, menatapnya lurus sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di permukaan kayu. "Aku tahu ini terdengar aneh," suara Rajendra berat, sarat kelelahan. Di tangannya, selembar kertas bisnis terjepit tanpa benar-benar ia baca. "Tapi aku akan pergi selama tiga bulan untuk perjalanan bisnis. Jadi aku membutuhkan bantuanmu." Naraska menarik napas. "Aku tidak keberatan, Paman. Tapi... mengapa harus aku? Mereka sudah mahasiswa. Bukankah mereka bisa menjaga diri mereka sendiri?" Rajendra terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang. Tatapannya beralih ke luar jendela, seolah mencari jawaban pada langit senja di balik kaca. "Putraku dan teman-temannya telah tinggal di rumahku selama 5 bulan," ucapnya pelan. "Mereka tengah bersiap untuk mengikuti pertandingan Battle of the Bosses. Karena mereka meminta cuti, jadwal belajar mereka bersama pengajarnya semakin padat." Naraska menautkan alis. "Kalau begitu, mengapa aku perlu mengawasi mereka? Bukankah guru itu cukup?" Mata Rajendra kembali beralih padanya, kali ini tajam dan penuh arti. "Itulah," katanya singkat. "Yang ku ingin kau awasi"

More details
WpActionLinkContent Guidelines