Seconda Possibilità

Seconda Possibilità

  • WpView
    Reads 29,772
  • WpVote
    Votes 1,798
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadComplete Mon, Apr 21, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Katanya Cinta pertama anak perempuan adalah ayahnya? Mungkin benar untuk anak anak perempuan yang di sayangi oleh ayah mereka. Namun tidak untuk untuk beberapa anak perempuan, terutama anak pertama dari keluarga Wirdanatha yang di benci oleh ayahnya sedari kecil Ini bukan tentangnya, namun tentang sang ayah nya yang mengulang waktu demi putri yang ia benci. Penyesalan yang mendalam selalu menghantui dirinya terlebih rasa bersalah dan kecewa terhadap dirinya yang telah mengingkari janji dari istrinya. Rasa menyesal sebab telah menyia nyiakan satu satu nya anak perempuan yang bahkan sampai akhir kematian nya tidak pernah membenci dirinya. Inilah dia kisah ayah yang memperbaiki kesalahannya dan tentang anak perempuan yang butuh perlindungan dari sosok ayah.
All Rights Reserved
#243
mengulangwaktu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Twins; Jevan-Nevan [TERBIT]
  • Suami Terbaik [Revisi]
  • Tunggu Aku Sampai Badai Usai (Sudah Terbit Ebook)
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Regret

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines