Seconda Possibilità

Seconda Possibilità

  • WpView
    LECTURES 29,446
  • WpVote
    Votes 1,798
  • WpPart
    Chapitres 13
WpMetadataReadTerminé lun., avr. 21, 2025
Katanya Cinta pertama anak perempuan adalah ayahnya? Mungkin benar untuk anak anak perempuan yang di sayangi oleh ayah mereka. Namun tidak untuk untuk beberapa anak perempuan, terutama anak pertama dari keluarga Wirdanatha yang di benci oleh ayahnya sedari kecil Ini bukan tentangnya, namun tentang sang ayah nya yang mengulang waktu demi putri yang ia benci. Penyesalan yang mendalam selalu menghantui dirinya terlebih rasa bersalah dan kecewa terhadap dirinya yang telah mengingkari janji dari istrinya. Rasa menyesal sebab telah menyia nyiakan satu satu nya anak perempuan yang bahkan sampai akhir kematian nya tidak pernah membenci dirinya. Inilah dia kisah ayah yang memperbaiki kesalahannya dan tentang anak perempuan yang butuh perlindungan dari sosok ayah.
Tous Droits Réservés
#34
daugther
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • "Cemara tapi di dalam nya berantakan"
  • Hidden Scars ✓
  • Suami Terbaik [Revisi]
  • Twins; Jevan-Nevan [TERBIT]
  • Bintang Yang Kupanggil Ayah [HIATUS]
  • M'Daza (di balik jendela) ✓
  • Menebus Kesalahan (on going)
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Cerita cinta ku

Citra selalu percaya bahwa keluarga adalah tempat ternyaman untuk pulang. Namun, bagi dirinya, rumah justru menjadi tempat yang paling menyesakkan. Di depan orang lain, Ayahnya tampak seperti sosok yang penyayang dan bertanggung jawab. Tapi di balik pintu rumah, hanya kemarahan dan tuntutan yang ia terima. Setiap kata yang keluar dari mulut Ayah lebih sering berupa bentakan daripada nasihat. Setiap harinya, ia harus belajar menahan air mata, berharap suatu hari Ayah akan melihatnya sebagai seorang anak, bukan sekadar seseorang yang harus selalu ia kontrol. Namun, harapan itu perlahan pudar. Saat semua luka semakin dalam dan kata-kata tak lagi didengar, Citra menyadari satu hal: ia telah kehilangan sosok Ayah, bahkan sebelum ia bisa benar-benar mengenalnya. Kisah ini adalah tentang perjalanan seorang anak perempuan yang berusaha bangkit dari bayangan masa lalu. Tentang keberanian untuk melepaskan, meski yang dilepaskan adalah seseorang yang seharusnya menjadi tempat berlindungnya. Bisakah seseorang tetap bertahan, meski tanpa sosok ayah disini

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu